Berbagai nama pun muncul di atas kontroversi tersebut. Salah satunya penulis anak-anak bernama Siobhan Curham. Ia diduga adalah ghostwriter bagi 'Girl Online'. Dilansir dari Guardian, untuk pertama kalinya Siobhan buka suara.
"Saya menerima pesan dari orang yang tak dikenal dan menuduh yang tidak-tidak. Keluarga saya juga menjadi bahan cemoohan karena saya adalah ghostwriter bagi Zoella dan tim editorialnya," katanya, Jumat (12/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di awal pekan ini, pihak penerbit Penguin dan penulis Zoe juga mengiyakan telah memakai jasa ghostwriter sehingga buku tersebut dapat selesai. "Buat para penggemar 'Girl Online' yang meragukan penulisan saya, tentu saja saya mendapat bantuan dari tim editorial Penguin," ungkap Zoe.
Zoe adalah seorang beauty vlogger (video blogger). Ia aktif menayangkan video tips kecantikan via YouTube. Hingga kini, subscriber-nya sekitar 6,5 juta orang, dan videonya disaksikan lebih dari 260 juta kali. Nama Zoe berada di peringkat ke-68 terpopuler di Google.
Buku 'Girl Online' menceritakan seorang remaja bernama Penny yang gemar menulis blog. Isi blognya dipenuhi oleh curahan hati seputar teman-teman, keluarga, anak laki-laki, dan ketakutannya. Buku ini diangkat dari pengalaman pribadinya.
Debut pertamanya tersebut terjual lebih dari 78 ribu eksemplar dan berhasil menyalip rekor dari penjualan JK Rowling dan Dan Brown. Penjualan di minggu pertamanya tersebut lebih tinggi dari 'Fifty Shades of Grey' di minggu pertamanya. Bahkan data dari Nielsen BookScan menyatakan sejak 1998, penjualan novel di Inggris belum pernah mencapai angka yang diraih Zoe.
(tia/ron)











































