Pentas 'To Belong/Suwung' Teater Garasi Digelar di Jakarta dan Solo

Pentas 'To Belong/Suwung' Teater Garasi Digelar di Jakarta dan Solo

- detikHot
Kamis, 11 Des 2014 12:30 WIB
Pentas To Belong/Suwung Teater Garasi Digelar di Jakarta dan Solo
Jakarta - Awal tahun ini, dalang kontemporer asal Slawi Slamet Gundono meninggal dunia. Hingga kini, karya-karyanya dalam dunia seni wayang masih berkibar di Tanah Air. Untuk mengenang dan menghormatinya, Teater Garasi atau Garasi Performance Institute dan Wati Gandarum mempersembahkan pentas kolaborasi Indonesia-Jepang.

Pertunjukan yang diberi judul 'To Belong/Suwung' tersebut akan digelar di dua kota. Pada 16-17 Desember 2014 di GoetheHaus Jakarta, dan Teater Besar ISI Surakarta pada 20 Desember 2014. Di hari berikutnya khusus untuk di Solo, akan disertai dengan diskusi mengenai 'To Belong' dan Slamet Gundono di Wisma Seni Taman Budaya Surakarta.

Direktur artistik Teater Garasi Yudi Ahmad Tajudin bertindak sebagai sutradara dan dramaturgi. Koreografer ternama asal Jepang Akiko Kitamura menggarap koreografinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami menyadari pemikiran dan lagu-lagu yang diciptakan Ki Slamet Gundono untuk proyek ini tetap menjadi salah satu dasar yang penting dan tak tergantikan. Kami yang terlibat merasa penting untuk mementaskan 'To Belong' di Indonesia sebagai persembahan bagi Slamet Gundono," ungkap Yudi, dalam siaran pers Kamis (11/12/2014).

Kontribusi Ki Slamet Gundono sangat besar dalam karya ini dan merupakan keterlibatannya yang terakhir dengan dunia seni pertunjukan internasional. Dalam karya ini, lagu terakhir yang diciptakan Ki Slamet Gundono sebelum wafat menjadi bagian yang sangat penting, dan belum pernah diperdengarkan di Indonesia. Karena itu, ide mementaskan 'To Belong/Suwung' sebagai tribute pada almarhum atas seluruh sumbangannya bagi dunia seni di Indonesia maupun Internasional.

Proyek ini dikerjakan Akiko sejak 2011. Sebelumnya ia melanglang buana lebih dari 40 negara di Eropa, Amerika, dan Asia. Akiko ingin mencari dan menemukan 'tubuh' Asia dalam tari kontemporer. Empat tahun yang lalu, ia pun pergi ke Indonesia untuk memulai riset proyek kolaborasi internasional.

Para seniman muda Indonesia ikut berpartisipasi dalam proyek kolaborasi dua negara ini. Seperti tiga penari dari Solo,yang termasuk jajaran penari terbaik Indonesia saat ini (Danang Pamungkas, Luluk Ari dan Rianto Dewandaru). Mereka akan berkolaborasi dengan tiga penari terbaik Jepang (Kana Ote, Llon Kawai dan Yuki Nishimura). Mereka membuat 'To Belong/Suwung' yang dideskripsikan oleh kritikus tari di Jepang sebagai karya yang berhasil meredefinisi tubuh-Asia pada generasi baru penari di Asia.

(tia/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads