Teater Garasi Pentaskan 'To Belong/Suwung', Penghormatan bagi Slamet Gundono

Teater Garasi Pentaskan 'To Belong/Suwung', Penghormatan bagi Slamet Gundono

- detikHot
Kamis, 11 Des 2014 11:25 WIB
Teater Garasi Pentaskan To Belong/Suwung, Penghormatan bagi Slamet Gundono
Jakarta - Teater Garasi Institute dan Wati Gandarum mempersembahkan pementasan teater-tari kolaborasi antara dua negara Indonesia-Jepang yang bertajuk 'To Belong/Suwung'. Pentas ini merupakan penghormatan bagi dalang wayang kontemporer asal Solo, Slamet Gundono dan disutradarai oleh Yudi Ahmad Tajudin.

Dalam bahasa Jawa istilah 'suwung' berarti 'merasakan kehadiran sesuatu meski tak nampak'. Melalui karya ini, koreografer ternama Jepang Akiko Kitamura mencoba meraih sesuatu yang tak nampak dan melampaui kesadara demi mencari sebuah dialog.

"Selama proses, saya mempelajari konsep baru tentang waktu yang bertumpuk, berulang, dan dihidupkan kembali. Saya juga mencoba berdialog dengan masa lalu dan yang telah tiada (Slamet Gundono) untuk menemukan jalan baru," ungkapnya dalam siaran pers yang diterima detikHOT, Kamis (11/12/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akiko Kitamura menjadi salah satu yang terdepan dalam dunia tari kontemporer. Seniman ini terus-menerus membuat tantangan baru. Karya terbarunya kali ini 'To Belong/Suwung' adalah seri keempat dari proyek kolaborasinya dalam upaya menyelaraskan berbagai konsep (tari, waktu, spiritualitas, dan visibilitas) antara Indonesia dan Jepang.

Dengan menggunakan disiplin seni bela diri Jepang dan Indonesia, ia mengamati persoalan 'aksi' dan 'reaksi' yang timbul dari gerakan tubuh yang dinamis, serta perihal 'energi' melalui gerakan. Selain itu, khasanah tari tradisional dari dua kebudayaan juga membuka percakapan spiritual dengan 'yang tak nampak'. Konsep–konsep tematik ini ia jelajahi melalui medium tubuh, dan di dalam ruang yang dirancang secara khusus.

Pementasan yang digelar di penghujung tahun ini, penggaran musiknya juga dilakukan oleh seniman Jepang Yasuhiro Morinaga. Ia menggabungkan beragam rekaman lapangan seperti suara Slamet Gundono, lagu-lagu Endah Laras, dan musik hip hop Mohamad Marzuki. Lebih dari 100 track rekaman diambilnya dari berbagai sumber.

Tak hanya itu saja, pentas 'To Belong/Suwung' juga menampilkan seni visual yang menggunakan imaji grafis dan animasi. Imaji tersebut seperti menciptakan ulang konsep 'perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya', yang digambarkan oleh para penari. Lakon ini akan dipentaskan di dua kota, Jakarta (16-17 Desember) dan Solo (20 Desember).

(tia/mmu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads