'Identity Parade', Pameran Tunggal Maradita Sutantio di Yogyakarta

'Identity Parade', Pameran Tunggal Maradita Sutantio di Yogyakarta

- detikHot
Selasa, 09 Des 2014 13:20 WIB
Identity Parade, Pameran Tunggal Maradita Sutantio di Yogyakarta
Jakarta - Identitas diri menjadi tema yang menarik untuk dikupas oleh seniman lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) Maradita Sutantio. Dalam pameran tunggalnya, Dita melakukan sebuah riset terhadap identitasnya sendiri dan jejak-jejak yang terekam dalam hubungannya dengan lingkungan sosial. Ide ini juga berdasarkan teori dari tokoh psikologi analisis C.G Jung yang menganalogikan tubuh sebagai pembawa jejak-jejak revolusi.

Misalnya dalam karyanya yang berjudul 'Zero Starting', Dita menggambarkan semodel mandala yang dijahit menggunakan benang di atas kain. Mandala adalah representasi diri terdalam atau Atman dalam tradisi Hinduisme.

Dalam keterangan pers yang diterima detikHOT, Selasa (9/12/2014) disebutkan, pameran ini menampilkan enam sosok dirinya sendiri dalam berbagai macam peran. Salah satunya adalah persona yang dalam kajian Jung merupakan lapisan terluar, berasal dari bahasa Yunani yang berarti topeng.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Personalitas merupakan sebuah cara merepresentasikan diri dalam kehidupan sosial," ujar kurator Kiki Rizky Soetisna.

Sedangkan karya 'Who Are We' berupa bentuk abstrak dari tarikan-tarikan benang yang sekilas terlihat seperti jaring-jemaring. Berangkali bisa asumsikan Dita sedang menelaah dirinya lewat hubungannya dengan yang lain, relasi yang dibangun secara luas hingga dapat membentuk siapa "diri kita".

Di karya lainnya yang berjudul 'Construction, Sameness dan Childhood', Dita menampilkan foto dirinya dengan latar belakang tempat ia dibesarkan. Dita membiarkan karyanya tersebut dalam warna monokromatik. Uniknya bagian mata pada setiap figur diri tersebut ditutupi oleh benang yang ia jahitkan, bukan dalam rangka menghias meski akhirnya nampak begitu estetis.

Eksibisi ini akan dibuka pada 12 Desember 2014 mendatang pukul 19.30 WIB di ViaVia Cafe&Alternative Art Space, Yogyakarta. Diskusi bersama senimannya akan digelar satu jam sebelum pembukaan.

Acara pembukaan juga akan dimeriahkan oleh Friday Night Jazz ViaVia by Travel Band. Pameran berlangsung hingga 12 Januari 2015.

(tia/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads