Kota Tangerang terkenal memiliki banyak sebutan. Ada yang menyebutnya sebagai 'kota buangan' karena terdapat penjara bagi narapidana. Namun ada juga yang menyebutnya sebagai 'kota industri' lantaran banyaknya pabrik-pabrik di kawasan tersebut.
Namun kini, sejak 2013 lalu, Tangerang menambahkan satu citra lagi, lewat Pasar Muda Minggu Sore-Malam atau disebut 'Pamumingsolam'. Pasar modern yang eksis digelar ini sudah mencapai edisi ke-100 akhir pekan lalu. Saat detikHOT mengunjunginya, ratusan muda-mudi Tangerang sudah memadati Jalan Kisamaun, Pasar Lama.
Tak hanya remaja, tapi warga sekitar juga bercampur baur menyaksikan kemeriahan Pamumingsolam. Bahkan beberapa warga ada yang ikut menjajakan kuliner tradisional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah itu, mereka pun membuat acara berjudul 'lapak sepeda' di tahun 2011 silam. Setiap ada perayaan dan festival yang ada di wilayah Tangerang dan Jakarta, mereka datangi. Hingga akhirnya terbentuk Pamumingsolam.
Hajatan ini ada juga yang menyebutnya sebagai 'Malioboro versi Tangerang'. "Ini mirip seperti Jalan Malioboro yang menjajakan barang industri kreatif kotanya. Tapi kami tiap minggu, dia kan harian," ungkap pendiri Tangerang Street Art Forum (TSAF) Robowobo.
Apa pun jenis sebutan bagi Pamumingsolam serta kota Tangerang sendiri, tak menyurutkan kreatifitas mereka dalam berkarya. Setiap Minggu sore hingga malam, Pamumingsolam hadir dan memeriahkan kota tersebut. Hingga ke edisi-edisi berikutnya, mereka tetap eksis dan ada.
"Kami berharapnya Pamumingsolam akan banyak lagi lapakers yang ikut dan turut memajukan kota ini," kata salah satu pendiri Pamumingsolam Edi Bonetski.
Informasi lebih lanjut mengenai Pamumingsolam bisa cek di akun Twitter/Instagram @Pamumingsolam. Berbagai info terupdate mengenai pasar kreatif tersebut bisa dicek melalui akun media sosial mereka.
(tia/mmu)











































