'Kota Industri' Tangerang Juga Punya Tempat Kumpul Anak Muda Kreatif

Pamumingsolam Edisi 100

'Kota Industri' Tangerang Juga Punya Tempat Kumpul Anak Muda Kreatif

- detikHot
Rabu, 26 Nov 2014 13:27 WIB
Kota Industri Tangerang Juga Punya Tempat Kumpul Anak Muda Kreatif
Kemeriahan Pamumingsolam edisi 100 (Dok.Tia Agnes/Pamumingsolam)
Tangerang -

Kota Tangerang terkenal memiliki banyak sebutan. Ada yang menyebutnya sebagai 'kota buangan' karena terdapat penjara bagi narapidana. Namun ada juga yang menyebutnya sebagai 'kota industri' lantaran banyaknya pabrik-pabrik di kawasan tersebut.

Namun kini, sejak 2013 lalu, Tangerang menambahkan satu citra lagi, lewat Pasar Muda Minggu Sore-Malam atau disebut 'Pamumingsolam'. Pasar modern yang eksis digelar ini sudah mencapai edisi ke-100 akhir pekan lalu. Saat detikHOT mengunjunginya, ratusan muda-mudi Tangerang sudah memadati Jalan Kisamaun, Pasar Lama.

Tak hanya remaja, tapi warga sekitar juga bercampur baur menyaksikan kemeriahan Pamumingsolam. Bahkan beberapa warga ada yang ikut menjajakan kuliner tradisional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum pasar kreatif ini booming di berbagai akun media sosial termasuk Instagram, pemilik lapak TheGaosGaos Acul menceritakan jika Pamumingsolam berawal dari pameran pertama kalinya para seniman Tangerang di lima wilayah. "Tangerang selatan, kabupaten, dan semua wilayah diajak untuk berpameran. Disuruh pulang dan pameran di kotanya sendiri," ucapnya kepada detikHOT akhir pekan lalu.



Setelah itu, mereka pun membuat acara berjudul 'lapak sepeda' di tahun 2011 silam. Setiap ada perayaan dan festival yang ada di wilayah Tangerang dan Jakarta, mereka datangi. Hingga akhirnya terbentuk Pamumingsolam.

Hajatan ini ada juga yang menyebutnya sebagai 'Malioboro versi Tangerang'. "Ini mirip seperti Jalan Malioboro yang menjajakan barang industri kreatif kotanya. Tapi kami tiap minggu, dia kan harian," ungkap pendiri Tangerang Street Art Forum (TSAF) Robowobo.

Apa pun jenis sebutan bagi Pamumingsolam serta kota Tangerang sendiri, tak menyurutkan kreatifitas mereka dalam berkarya. Setiap Minggu sore hingga malam, Pamumingsolam hadir dan memeriahkan kota tersebut. Hingga ke edisi-edisi berikutnya, mereka tetap eksis dan ada.

"Kami berharapnya Pamumingsolam akan banyak lagi lapakers yang ikut dan turut memajukan kota ini," kata salah satu pendiri Pamumingsolam Edi Bonetski.

Informasi lebih lanjut mengenai Pamumingsolam bisa cek di akun Twitter/Instagram @Pamumingsolam. Berbagai info terupdate mengenai pasar kreatif tersebut bisa dicek melalui akun media sosial mereka.

(tia/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads