Saat ditemui di acara peluncuran bukunya itu di Gramedia Matraman, Jakarta Timur, Minggu, (23/11/2014), Piyu pun mengungkapkan alasan kenapa ia mengadaptasi lagunya itu menjadi sebuah novel.
"Pertama, saya ingin menulis buku ini agar pendengar lagu ini imajinasinya nggak kemana-mana. Jadi imajinasinya adalah seperti yang saya imajinasikan adalah seperti ini," ujar Piyu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun sedikit mengutip ucapan Bung Karno yang menyebutkan buku adalah sumber ilmu pengetahuan.
"Seperti kata Soekarno, kita bisa mengelilingi dunia dan mengarungi samudra dan daratan hanya dengan membaca buku," tutur pria yang digosipkan dekat dengan penyanyi IDP itu.
Piyu menggarap novel itu bersama bersama Stanley Meulen. Proses penulisannya pun bisa dibilang cukup singkat.
"Total waktu yang kita perlukan adalah 3 bulan. Kita ada proses brainstorming," ujar Piyu.
Namun kenapa 'Sesuatu Yang Indah' yang dipilih untuk menjadi novel, bukan lagu lainnya?
"Karena buat saya ini adalah karya pertama dan saya ingin di buku ini muncul sebuah energi yang besar," jelas pemilik nama lengkap Satriyo Yudi Wahono itu.
(mah/hkm)











































