Ini Pelukis Pertama Indonesia yang Akan Pameran di Museum Louvre Prancis

ADVERTISEMENT

Ini Pelukis Pertama Indonesia yang Akan Pameran di Museum Louvre Prancis

- detikHot
Jumat, 14 Nov 2014 13:30 WIB
Dok.ICBC
Jakarta -

Nama Sidik W.Martowidjojo atau dikenal dengan Ma Yong Qiang sudah melalang buana di dunia seni rupa internasional. Sejak akhir 1990-an ia berpameran di Indonesia, dan telah menggelar 20 pameran tunggal di negerinya sendiri. Kini, Sidik menjadi salah satu pelukis dari 30 negara yang diundang di 'Louvre International Arts Exhibition' di Museum Louvre, Prancis pada 11-14 Desember 2014 mendatang.

Jika pelukis dunia lainnya memamerkan hanya satu lukisan tapi berbeda halnya dengan Sidik. Ia akan memajang 20 lukisan hasil karyanya. Siapakah Sidik?

"Selama ini Bapak Ma konsisten berkomitmen mendorong perkembangan pertukaran budaya antara Indonesia dan Tiongkok. Ia juga aktif menyebarkan kebudayaan Indonesia kepada dunia," ungkap perwakilan dari China International Cooperation Center (CICC) Zhuhua di gedung ICBC, Jakarta Pusat, kemarin.

Seperti halnya tahun lalu ketika Presiden Negara Tiongkok Xi Jinping melakukan kunjungan ke Tanah Air, Sidik dengan antusias menyelenggarakan pameran 'Lukisan dan Kaligrafi China Kontemporer' di Museum Nasional. Tak hanya di bidang seni rupa tapi Sidik juga menjembatani seniman Tiongkok yang ingin belajar seni di Indonesia.

"Di bidang arsitektur, lukisan, ukiran, tarian, dan musik tradisional juga dibantu olehnya," ucap Zhihua dalam pidatonya.



Sidik merupakan maestro lukisan yang pandai dengan lukisan tinta cair di Indonesia. Ia mendapatkan penghargaan menjadi salah satu anggota peneliti di Institut Penelitian Seni Rupa Tiongkok. Serta berhasil menggelar pameran tunggal di NAMoC (National Art Museum of China) tahun 2007.

"Di Museum Louvre nanti, ia menjadi seniman yang paling banyak memamerkan karyanya."

Para kritikus Tiongkok menjulukinya sebagai 'Dewa Pit Mabuk'. Sedangkan di dunia perguruan tinggi seni rupa Tiongkok, Sidik dianggap memberikan sumbangan penting dalam perkembangan 'Chinese Painting'. Di tahun 2010, ia diundang untuk menghadiri 'The First-High Level Academic Forum for Asian Culture and Art Circle 2010 di Chengdu. Bersama dengan pemenang Nobel Prize in Literature Mo Yan.

Di Indonesia sendiri ia menjadi Ketua Perhimpunan Budaya Indonesia. Dalam waktu dekat, Sidik akan menggelar pamerannya di Swiss, Inggris, Jerman, Austria, Amerika, dan berbagai negara lainnya.

(tia/tia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT