Balai Lelang Sotheby kemarin mengumumkan sebuah jam tangan termahal yang membutuhkan waktu pembuatan selama 8 tahun telah laku terjual Rp 260 milliar. Jam tangan itu milik seorang kolektor seni asal Qatar Saud bin Mohammed al-Thani.
Ahli waris al-Thani melelangnya di Jenewa, Swiss dua hari setelah sang pemilik meninggal dunia. Hal itu dilakukan untuk membayar utangnya kepada Balai Lelang Sotheby.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Istilah 'complication' ini mengacu pada teknis pembuatan dan fungsi jam tersebut, karena tidak hanya untuk melihat waktu, seperti yang diinginkan oleh Henry Graves.
"Ia butuh waktu delapan tahun untuk menyelesaikannya," kata perwakilan Balai Lelang.
Tak hanya sebuah jam tangan saja, Patek Philippe juga membuat lonceng atau jam menari Westminster di Inggris, kalender, dan penanda waktu matahari terbenam dan terbit. Sedangkan jam mahal itu berisi peta langit malam New York, seperti yang berada di apartemen Graves di Fifth Avenue.
(tia/mmu)











































