Hobi Mainan Vinyl Sejak Kecil, Sarjana Ekonomi Bantu Usaha Plastic Culture

Mainan <i>Vinyl</i>

Hobi Mainan Vinyl Sejak Kecil, Sarjana Ekonomi Bantu Usaha Plastic Culture

- detikHot
Rabu, 29 Okt 2014 15:20 WIB
Hobi Mainan Vinyl Sejak Kecil, Sarjana Ekonomi Bantu Usaha Plastic Culture
Dok.Plastic Culture/Instagram
Jakarta -

Budi Tandiono tak ingat sejak kapan ia menyukai benda-benda urban vinyl toys. Di ingatannya, mainan plastik ini sangat lucu dan dikenang sebagai salah satu benda yang paling digemari di masa kecil.

Pada 2008 lalu,rekan dari Budi, Joshua Artono mendirikan Plastic Culture dan di tahun 2013, Budi menjabat sebagai direktur di Plastic Culture.

"Plastic Culture ada mungkin juga karena kecintaan dan passion Joshua yang sangat kepada vinyl toys," ujarnya kepada detikHOT beberapa waktu yang lalu.

Sedangkan Budi sendiri memang menyukai mainan tersebut sejak masih di taman kanak-kanak. "Karena sering banget dibelikan mainan sama papa saya. Tapi mulai menyukai designer toys kira-kira tiga tahun belakangan ini," kenangnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga kini, ada sekitar 300-an mainan yang dikoleksinya. Mulai dari action figure, Marvel, DC, Saint Saiya, sampai mainan robot-robotan dari Jepang dimilikinya.



"Khususnya yang membawa kembali ke kenangan masa kecil saja. Ya saya masih newbie-lah dibandingkan sama kolektor mainan lainnya," tambah Budi.

Lulusan Marketing di Universitas PETRA Surabaya ini juga menambahkan, banyak kolektor mainan plastik yang menyukai ke arahnya designer toys atau disebut juga vinyl toys. Jenis mainan ini yang konsisten dijual oleh Plastic Culture sejak dibangun 2008 silam.

Barang-barang yang dijual di Plastic Culture, kata Budi, sebagian besar adalah art piece dari desainer mainan luar negeri. Di antaranya dari Amerika Serikat, Jepang, Hong Kong, Taiwan, dan beberapa negara lainnya.

Beberapa lainnya merupakan seniman Indonesia. Seperti artist yang dikenal sebagai Thunderpanda, Bismarck Yoy Lab, Pronto Pixel Marine Ramdhani dan lain-lain.

"Plastic Culture mulai bekerja sama sejak 2010 dan ke depannya akan menambah banyak seniman Indonesia untuk memproduksi designer toys ini," tuturnya.

(tia/mmu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads