Bukunya yang berjudul 'The Narrow Road to the Deep North' menjadikannya penulis ketiga yang memenangkan Man Booker Prize setelah Thomas Keneally dan Peter Carey.
Dalam sebuah wawancara Flanagan pernah mengatakan di negaranya penghargaan sastra bergengsi terkadang dianggap seperti sebuah undian. "Aku hanya tidak berharap berakhir seperti ayam," ucapnya bercanda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Flanagan memenangkan uang sebesar ÂŖ 50.000. Padahal 18 bulan lalu, ia bekerja di sebuah tambang di Australia bagian utara karena terlalu lama menghabiskan waktu penulisan di satu buku.
Ketua tim dewan juri Man Booker Prize AC Grayling mengatakan novelnya benar-benar hebat. "Ini sebuah karya sastra yang luar biasa."
Cerita novel ini tidak hanya soal tahanan, kerja paksa, dan penculikan di Burma tapi tentang rencana hidup orang-orang yang berada di dalam kereta api. "Ini bukan novel perang."
Novel yang membawa namanya ke Man Booker Prize ini adalah buku keenamnya. Kemenangannya menjadi berita besar dan tak terduga di pecinta sastra dunia.
(tia/ron)











































