Acara dimulai dengan duo saksofon dan gitaris yang bernaung di bawah nama SAY. Duo pemusik ini memainkan musik akustik minimalisnya dan menyelipkan guyonan polos.
Penampil kedua adalah Tri Junior. Solois yang juga gitaris ini mampu membius penonton yang berada di pendopo museum dengan lagu-lagunya yang mendayu. Salah satunya adalah hits andalannya yakni 'The Sweetest Goodbye'.
Sebagai penampil ketiga adalah Traya. Duo bas dan vokal ini tampil menghangatkan suasana. Mereka adalah Aiyu (vokal) dan Iyus (bas) yang malam itu ditemani dua additional player menghibur penonton di Museum Layang-Layang dengan lagu-lagunya yang dirilis oleh Seven Music.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu pengunjung yang hadir di sana Mia mengatakan pentas intim ini mampu mengingatkan musik-musik yang terlupakan. "Sungguh pemandangan yang sangat menarik" ujarnya.
Senada dengan Mia, Asri pun terkesan dengan performance tempat acara digelar. "Acara-acara out of the box seperti ini harus sering dilakukan dan jangan keseringan di cafe. Buktinya di museum lebih menarik," tuturnya.
Usai dari Museum Layang-Layang, pentas 'Dawai Angin Senja' akan dibuatkan tur keliling museum di area seluruh Jakarta. Jangan sampai terlewat!
(tia/mmu)











































