Pertengahan tahun ini, buku Dahl tersebut memang dicetak kembali dengan desain sampul buku yang menuai kontroversi. Serta, untuk pertama kalinya bab terakhir kisah mengenai Charlie bersama pabrik cokelatnya Willy Wonka dipublikasikan.
"Di tengah ruangan ada gunung setinggi gedung lima lantai. Seluruhnya terbuat dari cokelat, vanila, dan permen," begitu kalimat pembuka bab terakhir tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di bab terakhir ini, kisah dilanjutkan kepada para karakter yang selamat dari pabrik cokelat. "Gadis bernama Miranda Grope menghilang saat tenggelam ke dalam sungai cokelat bersama Augustus Gloop."
Salinan naskah itu adalah draft buku yang ditemukan di rumah tua milik Dahl setelah kematiannya 50 tahun lalu. Cetakan pertamanya pertama kali diterbitkan di Amerika Serikat pada 1964 dan di Inggris 1967 silam.
Saat ia masih hidup, penulis yang pernah menjadi intelijen Inggris itu meninggalkan buku 'Charlie and the Chocolate Factory' setelah kehilangan putranya Theo yang ditabrak taksi di New York. Putrinya yang berusia 7 tahun juga meninggal dunia karena penyakit campak.
Buku ini pernah terjual 10 ribu eksemplar di minggu pertama. "Dia membiarkan imajinasi liarnya di negeri dongeng," puji New York Times.
(tia/mmu)











































