Emas batangan senilai Rp 195 juta tersebut sengaja dibenamkannya. Tujuannya ketika air surut, orang akan datang dan menggalinya.
"Ini adalah karya seni partisipatif. Tentang orang datang ke pantai, menggali dan mungkin menemukan harta karun. Beberapa akan beruntung tapi akan ada yang tidak. Itulah hidup," ungkap kurator Triennial Lewis Biggs seperti dikutip dari Guardian, Jumat (29/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seniman yang berbasis di Berlin ini memilih Pantai Folkestone, Inggris untuk proyek karya seni berskala besar. Ia ingin publik membiarkan 'pekerjaannya terungkap'.
Festival seni kontemporer The Folkestone Triennial ini ketiga kalinya digelar sejak tahun 2008 silam. Sedangkan kurator Biggs sendiri pernah mengkurasi lebih dari 20 seniman termasuk Yoko Ono, Andy Goldsworthy, dan Pablo Bronstein.
Proyek seni 'Lookout' emas batangan tersebut mengeksplorasi ide-ide dari kota masa lalu dan melihat masa depan. Di tempat ini Folkestone adalah tempat di mana wisatawan datang berbondong-bondong ketika musim panas dan juga menjadi pusat budaya.
Tertarik mencari harta karun di tempat ini? Pameran Triennial ini berlangsung dari 30 Agustus hingga 2 November mendatang.
(tia/ron)











































