"Pemandu sorak digambarkan sebagai sosok yang cantik, girlie, dan seksi. Tapi sebenarnya ada luka di dalamnya," ungkapnya kepada detikHOT di sela-sela pameran di Galeri Salihara, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu.
Luka ini digambarkan oleh Hyun Jin berada di mata karakter sang pemandu sorak. Ia memberi judul karyanya itu 'Love and Peace'. Karya ini dipamerkan bersama dengan karya-karya seniman lain dari Indonesia, Korea dan ASEAN di ajang 'New Icon: Pop in Asia' di Galeri Salihara hingga 7 September mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lucunya mereka ini adalah para penyemangat ketika pertandingan tapi di satu sisi juga menderita akibat konflik sosial budaya. Oleh karena itu saya menutup matanya dengan lakban," paparnya.
Seniman ini awalnya memimpikan untuk menjadi seorang kartunis. Setelah menjadi ilustrator, Hyun Jin mengembangkan keahliannya dan meninggalkan Korea untuk belajar animasi. Hingga kini ia masih menggambar komik, melukis, dan menggambar animasi.
Ia merupakan lulusan dari Hongik University jurusan Seni Lukis dan belajar animasi di UCLA. Sebelumnya Hyun Jin pernah menggelar pameran tunggal di Kwanhoon Gallery (2013), Vit Gallery (2011), dan Pyo Gallery (2009). Karya seninya juga pernah dipamerkan bersama di 'The Publics Extended-Who Imagines the Public' tahun lalu.
(tia/mmu)











































