Tren Sepatu Boots Lokal

Dagang Sepatu Online, Portee Goods Sampai ke Mancanegara

- detikHot
Rabu, 23 Jul 2014 10:32 WIB
Suasana workshop Portee Goods (Dok.Asep/detikHOT)
Jakarta - Portee Goods adalah sebuah toko sepatu online yang telah berdiri sejak 2011 silam. Spesialisasinya pada sepatu bermodel semi formal dan formal dengan material kulit. Yang unik dari Portee adalah pembeli bisa memesan sepatu sesuai dengan desain dan warna yang diinginkan. Pemiliknya duo anak muda Gunantyo Suci dan Adi Nugraha.

Saat membuka usaha ini mereka hanya memiliki modal uang sejumlah Rp 3 juta. "Di Bandung sudah ada brand lain untuk sepatu kulit, tapi apa yang membedakan kita dari yang sudah ada itu kita bisa custom desain," kata Gunantyo kepada detikHOT (17/07/2014) di workshop Portee Goods di Bandung, Jawa Barat.

Meski di Bandung terdapat beberapa brand lokal yang usahanya di jalur yang sama dengan Portee, Gunantyo dan Adi sudah mencari hal baru yang bisa mereka implementasikan. Alhasil, ketika sekarang bisnis ini semakin menjamur, mereka justru semakin sukses dengan ramainya pesanan yang datang tiap bulannya.

"Waktu awal kita sama sekali enggak ada store untuk nitip jual sepatu, kita awalnya benar-benar toko online dan mulai bikin beberapa sample model. Tapi saat itu memang brand sepatu lokal belum semenjamur sekarang."

Kini pelanggan yang datang ke Portee pun beragam, mulai dari anak sekolah hingga bapak-bapak paruh baya. "Kalau dari sisi pelanggan cukup merata, mulai dari SMA sampai ke bapak-bapak tapi cakupannya sekitar umur 20 sampai 35 tahun," jelas Gunantyo.

Meski pelanggannya dominan masih laki-laki, namun kini para perempuan pun mulai banyak memesan sepatu buatan Portee. "75% pelanggannya laki-laki soalnya kita enggak bikin model yang giry-girly gitu kan. Jadi tetap boyish dengan sizenya perempuan, biasanya yang perempuan yang tomboy-tomboy yang beli di Portee," jelas Adi.

Toko online yang mereka jalani ini, berawal dari iseng-iseng dan mental berani mencoba. Mereka juga sadar bahwa pangsa pasar mereka besar sekali dengan banyaknya jumlah penduduk di negeri pertiwi ini.



"Indonesia itu ada 240 juta orang dan pangsa pasarnya gede banget dan kenapa kita enggak keluarkan uang untuk membuka toko awalnya karena itu bukan target awal kita. Target awal kita itu orang yang kesulitan mencari sepatu sesuai keinginan mereka. Jadi awalnya kita targetkan orang yang memang mencari."

Portee yang mengklaim produknya lebih memiliki kedekatan personal ini, juga sudah menerima pesanan dari berbagai daerah di Indonesia bahkan dari luar negeri.

Mereka menjalankan ini secara online juga salah satunya karena tak ada banyak modal saat mereka merintis bisnis ini. "Untuk pengembangan, memang modal awalnya enggak mencukupi untuk membuat toko. Kita awal membuat ini modalnya cuma Rp 3 juta. Itu pun awalnya cuma andelin Facebook dan Twitter. Baru kita ngerasa harus punya situs dan ingin situs yang berguna. Jadi orang datang kesana untuk bikin sepatu di situsnya."

Dalam waktu dekat Portee memang akan memiliki sebuah toko sendiri. Tujuannya agar pemasukan dan akses dari pembeli jadi semakin mudah. Kini setiap bulannya Portee memproduksi sepatu sekitar 150-200 pasang. Pembelinya rata-rata memanfaatkan akses dari dunia maya.

"Online bisa mencakup lebih banyak pembeli. Seluruh Indonesia kita sudah kirim, banyak hal yang bisa kita jangkau dengan online. Kita dapat pelanggan juga dari Singapore, Malaysia, Kanada, Swedia mereka sudah repeat order beberapa kali. Eropa itu yang pesan ada juga dari Jerman, Rusia. Ada juga dari Australia. Lumayan sih mungki karena online jadi cakupannya lebih luas, dan untuk mereka ini relatif murah," kata Gunantyo.

(ass/tia)