βWahai raksasa nan perkasa, jangan kau ambil putri kesayangan ku... Ambilah nyawaku sebagai penggantinya,β ratap Mbok Sarni pilu.
Sepenggal kisah dongeng 'Timun Mas' tersebut menghanyutkan sekelompok anak-anak di Galeri Indonesia Kaya akhir pekan lalu. Sang pendongeng, Poetri Soehendro memainkan boneka-boneka berkarakter miliknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kali ini, Poetri yang juga berprofesi sebagai penyiar radio memainkan dongeng berkisah 'Timun Mas'. Menurutnya, dongeng mampu menjadi salah satu sarana untuk mendidik anak-anak sejak dini.
Serta merangsangnya melalui berbagai indera yang ada. Seperti kuping, mata, hidung, dan indera perasa. "Anak-anak juga dilatih untuk mengasah daya pikir dan imajinasi mereka sehingga muncul jiwa petualang," ungkapnya Minggu lalu (6/7/2014).
Banyak kisah dongeng Indonesia yang juga bisa memberikan ajaran moral, tata krama, dan nilai etika yang tinggi. "Sehingga membangun karakter anak yang positif," ujar Poetri.
Program mendongeng anak ini merupakan kegiatan liburan sekolah yang digelar Galeri Indonesia Kaya. Beragam kegiatan yang mengandung unsur budaya seperti workshop tari tradisional, menonton dan mewarnai bersama.
Sebelumnya, pihak GIK pernah mengadakan Kelas Tari Belibis Bali yang bercerita tentang istri Prabu Angling Darma yang dikutuk menjadi burung belibis. Kelas tari ini dibawakan oleh Gema Citra Nusantara pada 16-20 Juni yang lalu.
Serta Tari Oncer yang merupakan salah satu tarian khas daerah Lombok NTB pada 1-3 Juli lalu. Tarian yang berasal dari kata 'ngoncer' atau gerakan ikan sepat berenang ini dibawakan oleh Sanggar Bumi Gora-Anjungan NTB TMII yang merupakan wadah kebudayaan NTB di Jakarta.
(tia/mmu)










































