Pameran yang dibuka malam ini di D'Gallerie Kebayoran Baru akan digelar hingga 9 Juli mendatang. "Karya-karya ini diciptakan selama 25 tahun terakhir oleh beberapa seniman penduduk asli terdepan Australia," ujar Duta Besar Australia untuk Indonesia Greg Moriarty, Kamis malam (3/7/2014).
Pihaknya merasa terhormat mampu memperkenalkan kebudayaan Australia ke masyarakat Indonesia. Tak hanya mengenai suku Aborigin saja, namun pameran ini juga mengangkat isu stereotipe dan identitas budaya," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Banyak orang yang sudah mengenal dengan baik kesenian kontemporer penduduk asli Padang Pasir Barat dan Tengah," ujarnya.
Tapi di pameran 'Message Stick' ini ia menegaskan akan berbeda. "Banyak kisah-kisah yang pribadi di dalamnya selama tiga dasawarsa terakhir."
Pameran ini berlangsung bertepatan dengan NAIDOC yang digelar 6-13 Juli di Australia. Pekan ini merayakan sejarah, budaya, dan prestasi penduduk Aborigin dan Selat Torres.
Serta sebagai salah satu kegiatan Pemerintah Australia untuk menandai ulang tahun ke-40 Australia sebagai mitra dialog ASEAN.
(tia/mmu)











































