Karya Banksy yang berjudul 'Spy Booth' muncul pada April lalu dan menggambarkan tiga orang pria sedang menyadap percakapan seseorang di kotak telepon umum. Mural itu dibuat di dinding rumah seorang warga di Jalan Hewlett.
Seperti dilansir dari BBC, sebelum mural itu dipindahkan di lokasi terdapat dinding terbuat dari kayu. "Pihak pemilik rumah menyewanya dan ingin memindahkan mural dan melelangnya," ujar pemimpin perusahaan tersebut, John Joyce, Senin (30/6/2014).
Ia juga menegaskan jika pihaknya tidak melakukan hal yang salah. "Kami justru menyelamatkan karya Banksy," ungkapnya.
Awal Juni lalu, Banksy mengakui karya mural tersebut. Nantinya 'Spy Booth' akan dilelang seharga Rp 20,5 milliar kepada Balai Lelang London. Salah satu penawar lelang, Angela DeSouza dari Women's Bussiness Club tertarik untuk mempertimbangkan karya seni unik ini.
"Banyak yang mendukung untuk melestarikan karya Banksy ini. Tapi kami ingin mengumpulkan harga yang sudah ditetapkan di tangan satu orang dan semoga ada yang cepat membelinya," tuturnya.
(tia/mmu)











































