Kolaborasi Lokal dan Kontemporer dalam 84 Karya Heri Dono

30 Tahun Kiprah Seniman Heri Dono

Kolaborasi Lokal dan Kontemporer dalam 84 Karya Heri Dono

- detikHot
Rabu, 18 Jun 2014 12:32 WIB
Kolaborasi Lokal dan Kontemporer dalam 84 Karya Heri Dono
Jakarta - Dalam pamerannya 'The World and I: Heri Dono's Art Odyssey, seniman kelahiran Jakarta 12 Juli 1960, memamerkan 84 karya.

Pameran ini diselenggarakan dalam rangka 30 tahun Heri berkarya. Sebanyak 23 karya merupakan tiga dimensi yang mencakup instalasi, patung, dan objek.

Sisanya adalah karya dua dimensi dengan meliputi lukisan dan drawing.

"Pameran retrospektif ini mengangkat perjalanan saya dalam lima fase yakni sebelum 1980an, di era 1980an, awal 1990, sepanjang 1990 hingga 2000, dan dari 2000 sampai sekarang," katanya kepada detikHOT.

Berikut beberapa karya seni kontemporer Heri Dono yang dipamerkan di Art:1 New Museum Jakarta Pusat:

Dalam pamerannya 'The World and I: Heri Dono's Art Odyssey, seniman kelahiran Jakarta 12 Juli 1960, memamerkan 84 karya.

Pameran ini diselenggarakan dalam rangka 30 tahun sudah Heri berkarya. Sebanyak 23 karya merupakan tiga dimensi yang mencakup instalasi, patung, dan objek.

Sisanya adalah karya dua dimensi dengan meliputi lukisan dan drawing.

"Pameran retrospektif ini mengangkat perjalanan saya dalam lima fase yakni sebelum 1980an, di era 1980an, awal 1990, sepanjang 1990 hingga 2000, dan dari 2000 sampai sekarang," katanya kepada detikHOT.

Berikut beberapa karya seni kontemporer Heri Dono yang dipamerkan di Art:1 New Museum Jakarta Pusat:

Wayang Legenda

Karya seni instalasi ini dibuatnya pada tahun 1988. Heri menggunakan bambu-bambu sebagai pengikat dari wayang kulit kreasinya.

"Di awal berkarya saya memang terpengaruh oleh tokoh-tokoh panakawan di pewayangan. Fase berikutnya saya juga bikin animasi karena senang dengan konsep animisme," katanya.

Wayang Legenda

Karya seni instalasi ini dibuatnya pada tahun 1988. Heri menggunakan bambu-bambu sebagai pengikat dari wayang kulit kreasinya.

"Di awal berkarya saya memang terpengaruh oleh tokoh-tokoh panakawan di pewayangan. Fase berikutnya saya juga bikin animasi karena senang dengan konsep animisme," katanya.

Palace Guards

Karya seni ini berada di Walsh Gallery, Chicago. Ketiga instalasi yang dibuatnya pada 2006 ini menggambarkan tiga orang penjaga kerajaan. Uniknya kakinya berbentuk seperti buaya dengan penyangga dari dua buah roda.

Dalam membuat karyanya, Heri memang selalu mengkolaborasikan bentuk manusia dan hewan. Serta objek imajinatif buatannya.

Palace Guards

Karya seni ini berada di Walsh Gallery, Chicago. Ketiga instalasi yang dibuatnya pada 2006 ini menggambarkan tiga orang penjaga kerajaan. Uniknya kakinya berbentuk seperti buaya dengan penyangga dari dua buah roda.

Dalam membuat karyanya, Heri memang selalu mengkolaborasikan bentuk manusia dan hewan. Serta objek imajinatif buatannya.

Angels Falls From the Sky

Para malaikat buatan Heri Dono menghiasi langit-langit lantai satu dan dua galeri Art:1 New Museum. Bentuknya seperti anak kecil dengan berbagai rupa di wajah dan kepalanya. Mereka semua memiliki sayap untuk terbang.

Di bagian dadanya, terdapat kotak seperti robot. Jika dipencet tombol yang berada di atas lantai galeri, maka belasan instalasi tersebut akan bergerak dan mengeluarkan suara. Heri membuatnya di tahun 2008.

Angels Falls From the Sky

Para malaikat buatan Heri Dono menghiasi langit-langit lantai satu dan dua galeri Art:1 New Museum. Bentuknya seperti anak kecil dengan berbagai rupa di wajah dan kepalanya. Mereka semua memiliki sayap untuk terbang.

Di bagian dadanya, terdapat kotak seperti robot. Jika dipencet tombol yang berada di atas lantai galeri, maka belasan instalasi tersebut akan bergerak dan mengeluarkan suara. Heri membuatnya di tahun 2008.

Shock Therapy for Political Leader

Sepuluh kursi kecil yang dipaku di balok tersebut bergelantungan. Di bawahnya terdapat wayang kulit dengan posisi terbalik.

Heri menceritakan jika karya yang dibuatnya tahun 2004 tersebut menceritakan para politisi yang tidak duduk di atas kursi. "Tapi sebenarnya posisi mereka itu di bawahnya," katanya.

Shock Therapy for Political Leader

Sepuluh kursi kecil yang dipaku di balok tersebut bergelantungan. Di bawahnya terdapat wayang kulit dengan posisi terbalik.

Heri menceritakan jika karya yang dibuatnya tahun 2004 tersebut menceritakan para politisi yang tidak duduk di atas kursi. "Tapi sebenarnya posisi mereka itu di bawahnya," katanya.

Agent of Changes

Memasuki tahun 2000an, Heri Dono mulai menyertakan figur-figur internasional dalam karyanya. Dalam instalasi dinding yang terdiri dari 20 karya patung berwarna putih dari bahan fiberglass setinggi 30 sentimeter ia menamakannya 'Agent of Changes'.

Heri mempresentasikan pelukis Affandi, Raden Saleh, penyair Chairil Anwar, hingga pelukis Frida Kahlo dalam posisi jongkok seperti sedang buang air besar. Di bawahnya juga tergantung tinja. Maknanya adalah ketika dalam posisi ini, seringkali ide muncul dari ke-20 orang besar.

Agent of Changes

Memasuki tahun 2000an, Heri Dono mulai menyertakan figur-figur internasional dalam karyanya. Dalam instalasi dinding yang terdiri dari 20 karya patung berwarna putih dari bahan fiberglass setinggi 30 sentimeter ia menamakannya 'Agent of Changes'.

Heri mempresentasikan pelukis Affandi, Raden Saleh, penyair Chairil Anwar, hingga pelukis Frida Kahlo dalam posisi jongkok seperti sedang buang air besar. Di bawahnya juga tergantung tinja. Maknanya adalah ketika dalam posisi ini, seringkali ide muncul dari ke-20 orang besar.
Halaman 2 dari 12
(tia/hkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads