"Di pameran kali ini mengajak kepada penjelajahan dari masa lalu ke masa depan. Nama Heri Dono sudah mendunia dan karya-karyanya berada di belahan dunia mana pun. Saya turut bangga," ujar wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia bidang Kebudayaan, Wiendu Nuryanti di Art:1 New Museum, Kemayoran Kamis (12/6/2014).
Melalui karya-karyanya, kata dia, evolusi seorang Heri Dono dalam berkesenian sangat terlihat. "Ia sudah mencapai kepada satu kematangan yang sempurna," ungkapnya.
Pameran yang dikuratori oleh Jim Supangkat dan co-curator A.Rikrik Kusmara ini terbagi ke dalam beberapa fase hidupnya Heri. Di antaranya ketika era tahun 1980an, peralihan menuju awal 1990, masa 1990 sampai 2000an, dan kini.
Jim juga mengatakan bahwa Heri merupakan satu-satunya seniman Indonesia yang paling sering diundang dalam setiap perhetalan Biennale di Eropa maupun Amerika Serikat. "Ia peringkat kedua artist Asia yang paling terkenal."
Hingga kini, Heri yang terpengaruh oleh wayang kulit menggunakan banyak medium dalam berkarya. Seperti lukisan, instalasi, patung, karya kinetik atau bergerak, video, dan lain-lain.
Di pamerannya kali ini, Heri menampilkan 23 karya tiga dimensional yakni patung, instalasi, dan objek. Serta 61 karya seni dua dimensional mencakupi lukisan dan drawing. Di sini pun dilengkapi oleh sejumlah dokumentasi, katalog, dan artefak personal yang berkaitan dengan Heri Dono.
(tia/ron)











































