"...Nyok kita nonton ondel-ondel.." Sepatah lagu Betawi ini selalu santer terdengar setiap Juni. Sesosok badut raksasa yang akrab bagi warga Jakarta pun langsung terbayang.
Ondel-ondel memang telah menjadi ikonnya Betawi. Kali ini detikHOT berkesempatan untuk mengunjungi pembuat ondel-ondel, yang kiprahnya tak hanya dikenal di dalam negeri namun juga hingga ke dunia internasional.
Ternyata banyak kisah di balik sang ikon yang dalam keseharian kerap dijadikan para ibu untuk menakuti anak-anaknya itu. Lalu, bagaimana pula nilai-nilai budaya Betawi secara umum di era kontemporer ini. Simak laporannya.
***
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah atunya adalah sanggar seni Citra Argawana yang didirikan oleh pria bernama Jacx Jazuri, tahun 1995 silam. "Sebenarnya saya memang cinta dunia seni dan akhirnya fokus membuat kerajinan Betawi," jelasnya kepada detikHOT.
Menurut pria yang keseharian bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini, ia punya kewajiban moral untuk perkenalkan budaya Betawi ke orang-orang. Dari sinilah ia coba membuat kreasi yang dengan karakter ondel-ondel.
"Kenapa ondel-ondel, karena menurut saya ini ikon Jakarta. Tapi banyak anak-anak yang takut sama ondel-ondel ini." Karena kendala wajah ondel-ondel yang seram dan sering membuat anak kecil ketakutan, Jacx pun mencari akal.
"Jadi saya coba membuat produk yang sasarannya itu anak-anak. Akhirnya saya coba membuat ondel-ondel kecil yang dibuat dari kok bekas, itu kan lucu," ujarnya. Jadi ia berharap ketika sudah besar nanti anak-anak tidak lagi takut terhadap ondel-ondel.
Hal ini merupakan upaya kecil mengenalkan identitas budaya Betawi agar nantinya tidak akan punah. "Soalnya bagaimana dia bisa kembangin dan terus membawa budaya Betawi, seperti ondel-ondel misalnya kalau dia sudah takut atau tidak suka," kata Jacx.
(ass/mmu)











































