Koleksi Tua dan Unik di Perayaan 236 Tahun Museum Nasional

Koleksi Tua dan Unik di Perayaan 236 Tahun Museum Nasional

- detikHot
Rabu, 28 Mei 2014 18:24 WIB
Koleksi Tua dan Unik di Perayaan 236 Tahun Museum Nasional
Jakarta - Tahun ini Museum Nasional Jakarta memasuki usia ke-236. Dalam rangka perayaan hari jadinya, mereka mengadakan pameran berjudul 'Potret Dulu, Kini, dan Akan Datang' di ruang temporer, gedung B. Dari 140 ribu koleksi museum, terdapat beberapa koleksi yang menarik minat pengunjung. Berikut beberapa di antaranya:

Koleksi Tua dan Unik di Perayaan 236 Tahun Museum Nasional

Tahun ini Museum Nasional Jakarta memasuki usia ke-236. Dalam rangka perayaan hari jadinya, mereka mengadakan pameran berjudul 'Potret Dulu, Kini, dan Akan Datang' di ruang temporer, gedung B. Dari 140 ribu koleksi museum, terdapat beberapa koleksi yang menarik minat pengunjung. Berikut beberapa di antaranya:

Lukisan Karya Raden Saleh dan Affandi

Sebelum tahun 1998, Museum Nasional Indonesia sempat mengoleksi seni rupa berupa lukisan dan patung yang merupakan karya seni tradisional dan modern. Seperti karya Basuki Abdullah, Raden Saleh, Hendra Gunawan, Nashar, Trubus, dan lain-lain.

Bahkan lukisan karya pelukis asing seperti Hans Hartung (Jerman), Zao Wou Ki (China), Pierre Saulages (Perancis) dan sebagainya. Kini, sekitar 500-an lukisan tersebut disimpan di Galeri Nasional (Galnas), seberang Stasiun Gambir Jakarta Pusat.

Lukisan Karya Raden Saleh dan Affandi

Sebelum tahun 1998, Museum Nasional Indonesia sempat mengoleksi seni rupa berupa lukisan dan patung yang merupakan karya seni tradisional dan modern. Seperti karya Basuki Abdullah, Raden Saleh, Hendra Gunawan, Nashar, Trubus, dan lain-lain.

Bahkan lukisan karya pelukis asing seperti Hans Hartung (Jerman), Zao Wou Ki (China), Pierre Saulages (Perancis) dan sebagainya. Kini, sekitar 500-an lukisan tersebut disimpan di Galeri Nasional (Galnas), seberang Stasiun Gambir Jakarta Pusat.

Injil Berusia Tiga Abad

Injil berbahasa Jerman yang dialih bahasakan ke Belanda, kini menjadi koleksi dari Museum Nasional. Injil yang berisi perjanjian baru dan lama dari berita Injil D.M. Luthers ini ditemukan pada tahun 1701.

Bagian luar injil atau covernya terbuat dari kulit yang sampai sekarang masih terlihat bagus. Namun lembaran di dalamnya sudah nampak usang dan kekuning-kuningan.

Injil Berusia Tiga Abad

Injil berbahasa Jerman yang dialih bahasakan ke Belanda, kini menjadi koleksi dari Museum Nasional. Injil yang berisi perjanjian baru dan lama dari berita Injil D.M. Luthers ini ditemukan pada tahun 1701.

Bagian luar injil atau covernya terbuat dari kulit yang sampai sekarang masih terlihat bagus. Namun lembaran di dalamnya sudah nampak usang dan kekuning-kuningan.

Replika Arca Prajnaparamita

Arca ini dikenal sangat indah dan halus dalam pembuatannya. Ia berarti 'Kesempurnaan dalam kebijaksanaan' dan ditemukan di Candi Singhasari, Malang, Jawa TImur abad ke-13.

Ada yang mengatakan ia adalah perwujudan dari Ken Dedes yakni istri Ken Arok. Namun ada juga yang mengatakan ia adalah Gayatri, istri pertama dari Raja Kertanegara.

Replika Arca Prajnaparamita

Arca ini dikenal sangat indah dan halus dalam pembuatannya. Ia berarti 'Kesempurnaan dalam kebijaksanaan' dan ditemukan di Candi Singhasari, Malang, Jawa TImur abad ke-13.

Ada yang mengatakan ia adalah perwujudan dari Ken Dedes yakni istri Ken Arok. Namun ada juga yang mengatakan ia adalah Gayatri, istri pertama dari Raja Kertanegara.

Temuan Emas Wonoboyo

Ini adalah temuan paling spektakuler di ladang sebuah dusun Ploso Kuning, Klaten, Jawa Tengah pada tahun 1990. Temuan ini ditemukan saat warga kampung sedang menggali tanah untuk irigasi. Harta karun tersebut disimpan di dalam kotak perunggu dan lima buah guci China dari periode Tang (618-907 Masehi).

Berdasarkan naskah pada beberapa mangkuk dan prasasti Lintakan, temuan ini berasal dari 919 Masehi dan dianggap dari periode akhir abad ke-9 hingga pertengahan abad ke-10 seperti Mangkuk Ramayana, Kelat Bahu, Kalung, dan sebagainya.

Temuan Emas Wonoboyo

Ini adalah temuan paling spektakuler di ladang sebuah dusun Ploso Kuning, Klaten, Jawa Tengah pada tahun 1990. Temuan ini ditemukan saat warga kampung sedang menggali tanah untuk irigasi. Harta karun tersebut disimpan di dalam kotak perunggu dan lima buah guci China dari periode Tang (618-907 Masehi).

Berdasarkan naskah pada beberapa mangkuk dan prasasti Lintakan, temuan ini berasal dari 919 Masehi dan dianggap dari periode akhir abad ke-9 hingga pertengahan abad ke-10 seperti Mangkuk Ramayana, Kelat Bahu, Kalung, dan sebagainya.
Halaman 2 dari 10
(tia/ich)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads