"Ya, duduk di sini itu tempat yang paling pas buat ada di depan laptop," katanya kepada detikHOT kemarin di apartemennya di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat.
Di situ, tak perlu pencahayaan dari ruangan. Pasalnya, matahari menyinari ruangan dari jendela besar tersebut. Di sini pula, ia lebih fleksibel menuju kamar tidur dan pusat berkarya.
Di ruang makan ini juga terdapat lukisan bergambar anak kecil yang sedang memberi makan belasan bebek. Lukisan pemberian seorang kawan tersebut sangat disukai Iwet.
"Pertama kali melihat si bebek ini karena dia ngasih efek hidup ke tanaman dan kehidupan di ruangan ini," katanya.
Uniknya, bagian mulut di bebek-bebeknya ini berwarna warni. Ada yang merah, hijau, putih, biru, dan sebagainya. Serta terdapat bebek berwarna kuning di sisi kanan lukisan.
Untuk mempunyai sebuah karya seni tinggi seperti lukisan, Iwet mengatakan tidak memerlukan lukisan karya mestro maupun pelukis terkenal. Ia cukup jatuh hati dan menyukainya.
Dalam proses berkarya pun, Iwet membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan inspirasi. Kalau pengerjaannya bisa secepat kilat.
"Ruangan akan mendukung juga buat berkarya. Itu yang terpenting," kata Iwet.
(tia/mmu)










































