Misteri Catatan Pinggir Jane Austen Terbongkar

Misteri Catatan Pinggir Jane Austen Terbongkar

- detikHot
Kamis, 22 Mei 2014 16:16 WIB
Misteri Catatan Pinggir Jane Austen Terbongkar
Jane Austen, James Austen dan James Edward Austen-Leigh Jane Austen. Jane sering menemui kakak lelakinya James (tengah) yang juga ayah dari keponakannya, James Edward Austen-Leigh's (kanan) .
Jakarta - Ketika Museum Jane Austen membeli sebuah buku memoar edisi pertama dari keponakan sang penulis, James Edward Austen-Leigh mereka menemukan sesuatu yang unik. Secarik kertas yang lengket pada salah satu halaman buku itu.

Buku memoar itu ditulis keponakan Jane Austen pada tahun 1870. Buku itu selama ini jadi milik pribadi sampai beberapa waktu lalu jadi milik Museum Jane Austen di Chawton, Hampshire, tanpa diketahui bagaimana proses transaksinya.

Memang tak mudah untuk mengungkap apa isi tulisan tangan yang tertera pada sobekan kertas itu.

Namun sebuah tim dari West Dean College, West Sussex, berhasil melepaskan catatan yang lengket dengan surat itu dan mengungkap tulisan Austen yang sebelumnya sulit dilihat. Sobekan ini tentu saja jadi sangat berharga.

Pasalnya sangat sedikit manuskrip yang berisi tulisan tangan Jane Austen. Bahkan sejumlah surat bertulisan tangan sang novelis perempuan itu sudah dibakar oleh keluarganya beberapa saat setelah Jane Austen meninggal dunia.

Nah, tulisan tangan Jane Austen yang baru ditemukan itu disimpulkan telah tersembunyi selama 150 tahun.

Seperti diberitakan BBC (21/5/2014), sobekan kertas yang mereka temukan ternyata berisi potongan khotbah mirip yang pernah dibawakan oleh kakak lelaki Austen, Pendeta James Austen pada tahun 1814.

Uniknya lagi kata-kata yang sama juga muncul di novel Mansfield Park yang terbit pada tahun 1814 juga. Tetapi beberapa bulan sebelum khotbah itu dibuat.

Jadi kemungkinannya adalah apakah khotbah dibuat karena terinspirasi oleh naskah 'Mansfield Park' karya Jane Austen. Atau Jane Austen sendiri membantu kakaknya saat penyusunan khotbah itu.

"....sikap sopan yang hebat dan abadi -- Dimanapun.... ingin membersihkan
takhayul ... dari kepausan .... atau dimanapun orang baru berada... dibuatuntuk mengusi dan menghubungkan pelayanan .... dengan jiwa yang baru, " demikian sebagian isi tulisan itu.

Sementara di sobekan kertas lain tertulis, "Orang mungkin jadi terbiasa akan pengulangan kata-kata dalam doa kita karena hafalan bukan karena dipikirkan, mungkin tanpa sepenuhnya dipahami - sehingga juga tanpa sepenuhnya dirasakan akan betapa besarnya kekuatan dan makna doa."

Kakak tertua Jane Austen, James, adalah rektor di gereja St Nicholas di Steventon, Hampshire. Ayah Jane juga pernah menduduki jabatan yang sama dengan James. Jane biasa tinggal di rumah James dan sesekali melakukan perjalanan bersama kakak lelakinya itu.

"Sobekan kertas itu jadi membuka kemungkinan bahwa novel ini terinspirasi oleh khotbah James bahkan juga kemungkinan ada persilangan antara penulisan kreatif Jane Austen dan kehidupan keluarganya yang lebih luas," kata Prof Kathryn Sutherland dari St Anne College, Oxford.

Para ahli sejarah kini meneliti lebih lanjut tentang kemungkinan khotbah itu sesungguhnya adalah tulisan Jane Austen sendiri.

(utw/utw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads