Sering Kolaborasi dengan Seniman Indonesia, Siapa Kubilai Khan Investigations?

Sering Kolaborasi dengan Seniman Indonesia, Siapa Kubilai Khan Investigations?

- detikHot
Rabu, 21 Mei 2014 17:13 WIB
Sering Kolaborasi dengan Seniman Indonesia, Siapa Kubilai Khan Investigations?
Pendiri Kubilai Khan Investigations
Jakarta - Berdiri 15 tahun lalu, membuat 20 karya di Prancis dan lebih dari 40 negara, nama grup tari Kubalai Khan Investigations kian berkibar. Karya artistik mereka tak hanya memadukan antara tarian kontemporer dengan situasi sosial masa kini, namun dalam bidang musik pun mereka berkiprah.

Di Indonesia, kelompok tari asal Prancis ini sudah pernah berkolaborasi dengan banyak seniman. "Iya, negara ini memiliki seniman yang sangat bagus dan karya seni yang mengagumkan," ujar sang pendir, Frank Micheletti usai mementaskan 'Your Ghost is Not Enough' di Gedung Kesenian Jakarta, Selasa (20/5/2014) malam.

Awal tahun ini, selama satu bulan Kubilai Khan Investigations melakukan residensi dan menyiapkan proyek tari kontemporernya selama 60 menit. Sebelumnya, tahun lalu mereka mementaskan 'Tiger Tiger Burning Bright'. Frank mengatakan grup tarinya tak hanya bermain di ranah tarian saja, namun juga seni visual, musik, fotografi, dan teater sirkus.

Beberapa waktu lalu, mereka melakukan kolaborasi musik elektrik dengan band asal Bandung, dan ikut berpartisipasi dalam acara di Rumah Musika Harry Roesly. "Itu dalam rangka dedikasi untuk Harry Roesli," kata Frank.

Sejumlah penari yang berdomisili di Jakarta dan Bandung juga pernah berkolaborasi dengannya. Menurutnya, penting untuk bekerja sama dengan banyak seniman dan medium berkarya.

"Saya mencoba dengan bahasa baru dan tarian kontemporer dari dunia yang berbeda," kata Frank. Bahkan, dalam pementasan di sebuah negara ia pernah berkolaborasi dengan 50 seniman lokal.

Selain itu, Kubilai Khan Investigations juga pernah berkolaborasi dengan para seniman dari Jepang, Ghana, Mozambik, Argentina, Meksiko, Chile, Bulgaria, dan Polandia. 'Your Ghost is Not Enough', karya kedua yang mereka pentaskan di Indonesia, digelar dalam rangka Festival Budaya Prancis atau Printemps Francais ke-10 yang diselenggarakan oleh Institut Francais d'Indonesie (IFI).

Pada 23 Mei mendatang, mereka akan kembali mementaskan pertunjukkan di Balai Budaya, Surabaya. Kemudian, Oktober tahun ini akan dibawa ke negara asalnya, Prancis.

(tia/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads