Maraknya Lukisan Palsu Tak Turunkan Harga Lelang

Jejak Lukisan Palsu di Indonesia (7-Habis)

Maraknya Lukisan Palsu Tak Turunkan Harga Lelang

- detikHot
Senin, 19 Mei 2014 18:01 WIB
Maraknya Lukisan Palsu Tak Turunkan Harga Lelang
Dok.Tia Agnes/ detikHOT
Jakarta - Menurut rilis S.Sudjojono Center yang tercantum dalam buku 'Jejak Lukisan Palsu di Indonesia', sepanjang 1996 hingga 2000, dari 53 lukisan yang ditawarkan dalam 17 katalog lelang, 17 lukisan adalah palsu. Serta, 6 lukisan lainnya diragukan.

S.Sudjojono adalah salah satu dari maestro lukis Indonesia selain Hendra Gunawan, Soedibio, Affandi, dan Basoeki Abdullah. Karyanya termasuk yang paling banyak dipalsukan. Namun, apakah harga lukisannya menjadi anjlok di pasaran?

"Tidak, justru sebulan yang lalu lukisan Sudjojono menempati harga tertinggi di Balai Lelang internasional," kata Ketua Perhimpunan Pecinta Senirupa Indonesia (PPSI) Budi Setiadharma di Galeri Nasional, Jakarta, beberapa waktu lalu.


Menurutnya, justru lelang tertinggi untuk saat ini di lingkup Asia Tenggara ditempati oleh Sudjojono. Dari hasil ini menunjukkan maraknya lukisan palsu buatannya tak berpengaruh terhadap pasar seni rupa.

"Para kolektor sudah menjadi lebih hati-hati dalam menilai suatu lukisan. Justru mereka meriset siapakah pelukisnya, bagaimana sejarahnya, dan berani membelinya dengan harga mahal," ujarnya.
Dari situ ketahuan bahwa Sudjojono merupakan pendiri Persatuan Ahli-ahli Gambar Indonesia (PERSAGI). Serta disebut sebagai Bapak Seni Lukis Modern Indonesia. Harganya pun kian meroket.

Lukisan S.Sudjojono tersebut berjudul 'Pasukan Kita yang Dipimpin Pangeran Diponegoro' dan terjual tiga kali lipat dari harga perkiraan Balai Lelang Sotheby's Hong Kong. Karyanya ini mematahkan rekor tertinggi yang pernah dicapai pelukis Lee Man Fong dan tercatat sebesar 36 juta dollar Hong Kong pada lelang November 2013.

(tia/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads