'Farida Oetoyo Seniman Tari Kaliber Dunia'

'Farida Oetoyo Seniman Tari Kaliber Dunia'

- detikHot
Minggu, 18 Mei 2014 14:40 WIB
Farida Oetoyo Seniman Tari Kaliber Dunia
Jakarta -

Seorang maestro dalam seni tari balet, Farida Oetoyo hari ini berpulang kepada Sang Pencipta. Ia menghembuskan nafas terakhirnya pada dini hari tadi, Minggu (18/5/2014) pukul 03.49. Ibu dari Wong Aksan ini meninggal di usia 75 tahun karena sakit.

Jasad almarhumah dikebumikan di TPU Tanah Kusir seusai salat Dzuhur tadi. Salah satu rekan Farida dalam dunia seni dan budaya, Didi Petet ikut hadir dalam upacara pemakamannya.

"Saya atas nama pribadi menghaturkan duka cita, semoga almarhumah mendapatkan tempat yang sesuai amal ibadahnya," kata Didi Petet kepada detikHOT di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kebetulan kami satu almamater di Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Kami juga sama-sama pengajar di fakultas seni pertunjukan IKJ, saya mendengar dia sakit sejak beberapa minggu terakhir," urai bintang film 'Catatan Si Boy' itu memaparkan bagaimana karir gemilang Farida semasa hidupnya.

"Beliau salah satu pendiri IKJ, ia mengembangkan tari ballet di Indonesia. Ia merupakan seniman besar, kaliber dunia," jelasnya. Didi Petet tak ragu memaparkan kekagumannya pada sosok Farida. Menurutnya, Farida bahkan masih aktif mengajar di akhir-akhir masa hidupnya.

"Sampai akhir hayat beliau masih mengajar, waktu belum masuk rumah sakit. Luar biasa di usianya ke 75 tahun, mengajar balet dan modern. Kita benar-benar kehilangan sosok seniman yang besar."

Farida belajar balet sejak belia di berbagai negara. Ia tumbuh menjadi seniman tari kontemporer terkenal di Tanah Air.

Salah satu repertoar berjudul 'Burung-burung' berhasil menarik perhatian publik ketika dipentaskan di ajang Art Summit Festival di Jakarta pada 2001. Karya sebelumnya yang terkenal antara lain 'Rama & Sinta' dan 'Gunung Agung Meletus'.




(ass/doc)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads