Belajar dari Tubuh Manusia, Cara Agus Kuncoro Bagi Ruangan di Rumahnya

Nyeni dan Natural Rumah Agus Kuncoro (2)

Belajar dari Tubuh Manusia, Cara Agus Kuncoro Bagi Ruangan di Rumahnya

- detikHot
Jumat, 16 Mei 2014 10:19 WIB
Belajar dari Tubuh Manusia, Cara Agus Kuncoro Bagi Ruangan di Rumahnya
Dok.Astrid Septriana/ detikHOT
Jakarta - Hamparan papan demi papan di rumah aktor Agus Kuncoro menjadi sebuah rangkaian anak tangga nan apik. Tangga dengan jeda kosong, dapat membuat siapa pun yang datang bisa mengintip dari sela-selanya.

Selain itu, Agus memang sengaja membuat sentuhan di rumahnya jadi terasa ringan. Tak ada pegangan pada tangganya, di sisi kiri dan kanan tangga hanya dihiasi tali yang dilengkapi pengait, mirip dengan yang biasa digunakan para pendaki.

Menuju ke lantai dua, di sana terdapat sebuah cermin yang senada dengan sebuah meja kayu jati di bawahnya. Ia juga berikan sentuhan menarik dengan menempatkan sebuah vas bunga besar berwarna hijau toska. Meski masih menggunakan nuansa tradisional, yang terasa di furnitur cermin dan meja jati, juga lantai terakota.

Warna ruangan ini mulai terasa modern. Apalagi ditambah dengan sentuhan warna cat dinding hijau pastel. Dipercantik juga dengan empat frame foto konsep, yang memuat wajahnya bersama sang istri Anggia Jelita. Sampai di lantai dua, nuansa cerah, hangat, klasik tapi juga minimalis sangat terasa.

Ini berkat banyaknya kaca dan ruang hijau di tepi rumahnya. "Kalau jam setengah sembilan pagi, ini cahaya yang masuk ke rumah saya luar biasa," jelasnya kepada detikHOT Rabu (14/5/2014) di kediamannya kawasan Kompleks IKPN, Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

Ruang yang lapang tanpa pembagian dinding juga memberikan kesan luas pada rumahnya. Untuk merencanakan bentuk rumahnya, Agus memang menggunakan jasa seorang arsitektur. "Saya menggunakan jasa arsitek untuk bangunannya. Tapi untuk interior, itu semua saya yang pilih."

Ayah satu anak ini menjelaskan bahwa tugas arsitek di rumahnya adalah untuk membangun ruang-ruang dan memberikan ide bentuk luar bangunan. Sementara detil interiornya semua ia yang konsepkan sendiri.



"Dulu saya minta ruang, di kepala saya sudah terbayang akan seperti apa. Maka saya hanya minta pembagian ruang. Saya sendiri membatasinya dengan lantai yang berbeda-beda," paparnya.

Di tempat detikHOT mengobrol dengan Agus terdapat ruang dengan pemandangan ke luar dan nuansa adem dari gemericik air di kolamnya yang menggunakan lantai marmer.

Sementara tak jauh dari situ, ada ruang untuk menonton televisi, yang dibuat nyaman dengan sofa panjang bergaya kasual. Pembagian ruangan ini dibagi dengan lantai parquet yang hangat.

"Supaya pembagian ruang enggak terasa patah-patah banget, saya belajar dari tubuh manusia. Di tubuh kita ada kuku ada rambut, di ujungnya pasti selalu ada sesuatu."

Ia memanfaatkan lis tembok dan seperti contoh tadi, memotong ruang dengan model lantai yang berbeda, demi menjembatani pembagian ruang di rumahnya. "Begitu juga di rumah, untuk membatasi ini saya mesti berikan sesuatu di ujungnya sebagai jembatan supaya enggak terlihat patah. Itu juga kenapa kalau di tembok perlu dikasih garis pembatas," tuturnya.





(ass/tia)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads