Jelajah Warisan Budaya di The Museum Week

Lebih Dekat dengan Polisi di Museum POLRI

- detikHot
Rabu, 14 Mei 2014 17:57 WIB
Jakarta - Tak hanya bagi pelaku kejahatan, citra polisi kadang juga dianggap menakutkan bagi masyarakat luas, terutama anak-anak. Tak ingin citra seperti ini menempel lebih lama dalam tubuh institusinya, Kepolisian Republik Indonesia membangun Museum POLRI pada tahun 2009. Museum ini terletak di kawasan Jakarta Selatan, tepatnya di Jalan Falatehan II.

Pemandu dalam museum ini pun para Polisi Wanita yang karakternya supel dan ramah terhadap pengunjung. Dalam acara sepekan bertajuk The Museum Week 2014 ini, Museum Polri turut serta dengan membuka booth.

Di sana kita bisa berfoto bersama para Polwan, bagi anak-anak juga bisa mencoba memakan seragam kepolisian dan kita bisa lihat senjata-senjata polisi yang ditata rapi.

Salah satu pemandu di booth ini adalah Briptu Tutun Rostiatun, 24 tahun. Perempuan yang akrab disapa Tutun ini menjelaskan bahwa ia memang bertugas sebagai pemandu di dalam Museum Polri.

"Saya bertugas menjadi pemandu. Di museum Polri yang menjaga memang rekan-rekan dari Polisi Wanita," tuturnya kepada detikHOT di Senayan City, Jakarta (12/05/2014).

Ia menjelaskan bahwa museum ini terdiri dari tiga lantai. "Lantai satu itu tentang sejarah Polri. Berisi senajata-senjata yang dipakai ketika perang." Sementara di lantai dua, museum ini menyediakan kids corner, di sana pihak pengelola menyediakan stand khusus untuk anak-anak bermain 'polisi-polisian'.

"Mereka bisa pakai seragam polisi, berfoto dan lainnya. Mereka juga bisa menjadi detektif cilik, nanti kami yang memandu," kata Briptu Tutun. Sementara di lantai tiga bangunan museum ini terdapat sejarah tentang bom yang pernah terjadi di negeri kita ini. "Di sana ada serpihan-serpihan dari bom Bali I, Bom Bali II, Bom JW Mariott dan lainnya."

Museum ini juga bisa dibilang memanfaatkan multimedia dan kecanggihan teknologi kekinian. Mereka menyajikan sebuah tontonan audio visual yang menayangkan film-film mengenai Polisi baiuk untuk anak-anak maupun orang dewasa. Pengunjung yang masuk ke museum ini pun tidak akan dikenakan biaya, semua gratis.

Sejauh ini, museum Polri ini paling diminati oleh anak usia sekolah. Ini menjadi salah satu tujuan menarik dari perjalanan studi rombongan sekolah. "Setiap hari hampir selalu ada kunjungan dari sekolah-sekolah, sekali kunjungan bisa 300-an pesertanya."

Briptu Tutun, menjelaskan apa pentingnya kepolisian Indonesia memiliki museumnya sendiri. Menurutnya ini untuk mengurangi ketakutan anak-anak terhadap figur polisi.

"Salah satunya untuk menanamkan kecintaan anak-anak kepada polisi. Biasanya anak-anak kan takut dengan polisi, kalau kita ajak main di sana mereka jadi enggak takut lagi," jelasnya.



(ass/ich)