Dengan lolosnya PSM UI Paragita, ini artinya mereka menjadi satu-satunya perwakilan paduan suara dari Asia. Namun, tantangan belum usai, mereka nantinya akan berhadapan dengan peserta kelompok paduan suara yang berasal dari negara-negara lainnya, seperti Slovenia, Ukraina, Spanyol, Italia, dan Prancis.
Pada ajang kompetisi 62th “Guido d’Arezzo International Polyphonic mendatang, PSM UI Paragita akan memboyong 35 orang anggota regunya yang dipimpin oleh Aning Katamsi sebagai konduktor.
“Berkompetisi di luar negeri membuat Paragita selalu ingin bertambah baik lagi dari tahun ke tahun. Melihat perkembangan paduan suara dari berbagai negara di dunia sangat memperluas wawasan kami," jelas Aning Katamsi, pelatih PSM UI Paragita, dalam rilis pers yang diterima detikHOT (13/05/2014).
"Kali ini Paragita tidak hanya membawa nama Indonesia, tapi juga sebagai wakil Asia di ajang kompetisi ini. Mudah-mudahan kami bisa mengemban tugas ini dengan baik dan mengharumkan nama bangsa melalui seni paduan suara," tambahnya.
Tak hanya berkompetisi, PSM UI Paragita juga akan mengadakan konser budaya di Italia setelah mengikuti rangkaian acara Guido d’Arezzo. Konser budaya ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya daerah Indonesia, lewat lagu-lagu tradisional yang akan mereka bawakan. Konser bertajuk “A Present from Nusantara: Treasuring Indonesia” itu memiliki misi untuk membawakan Indonesia kembali ke mata dunia.
Sebagai persiapan menuju kompetisi paduan suara internasional tersebut, PSM UI Paragita akan mengadakan konser pamit di Pusat Perfilman Usmar Ismail Hall, Kuningan, Jakarta, 14 Agustus.
(ass/mmu)










































