Teringat Angka Empat, Seniman Ini Buat Instalasi Kursi Usang Seperti di TK

Arbotics (7)

Teringat Angka Empat, Seniman Ini Buat Instalasi Kursi Usang Seperti di TK

- detikHot
Senin, 12 Mei 2014 14:55 WIB
Teringat Angka Empat, Seniman Ini Buat Instalasi Kursi Usang Seperti di TK
Jakarta - Dalam kitab Condrosengkala Jawa, angka empat terdiri dari banyak arti. Namun bagi seniman Doni, angka empat merupakan simbol dari kursi.

"Sebenarnya aku punya kenangan terhadap kursi dan angka 4 ini," katanya kepada detikHOT di Dia.Lo Gue Artspace, Kemang Selatan.

Meski dalam kitab, angka empat juga identik dengan laut tapi Doni lebih bebas mengolaborasikannya. "Kursi dan laut aku jadikan satu."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seniman yang mempunyai latar belakang fotografi dan lulusan ISI Yogyakarta ini pun mengeksplorasi ide-idenya. "Artinya apa yang ada di kitab, tetap harus dicari sengkala-sengkala versi kami sendiri," ujarnya.

Doni pun memilih kursi kecil yang sudah usang sebagai karya seni instalasinya. Kursinya sengaja diambil dari bekas perkakas di TK dekat rumahnya dahulu. Lalu, ia membuat simbol laut dari karton putih dan menggambarkannya dengan ombak berwarna biru.

Jika dibuka pop-up angka 4, maka karyanya juga akan bercahaya. Karya seni instalasi dengan metode kinetik ini tak hanya ada dalam angka tersebut. Di setiap angka lainnya, duo seniman ini juga membuat kreasi unik.

Seperti instalasi nomor lima. Di sana, terdapat paku-pakuan yang ditancapkan dalam sebuah kayu berbentuk kotak. Di tengahnya, terdapat dedaunan palsu yang diibaratkannya sebagai hutan dan kipas angin untuk bergerak.

Menurut versi Doni, dalam kitab tersebut menandakan angka lima sebagai senjata tajam, hutan, dan angin. Kemudian, Doni dan Hafez menciptakannya. Jika pop-up 5 dibuka, yang terjadi adalah kipas angin bergerak sehingga menggoyangkan hutan di dalamnya.

"Semua pop-up unik. Silahkan dibuka dan punya cerita sendiri. Rangkai jadi cerita menurut versimu sendiri," kata Doni.



Seniman yang dikenal dengan instalasi tiga dimensi ini pernah membuat karya kinetik lainnya sejak tahun lalu. Pertama, ketika ia ikut pameran bersama di Singapura. Selanjutnya, di Yogyakarta sebanyak dua kali.

Ia pun pernah berpameran tunggal tentang seni fotografi dalam medium yang berbeda. Pameran tersebut bertajuk 'We are Happy Family' di Singapura. Selama beberapa bulan, Doni pernah residensi atau menetap dan belajar seni fotografi di negara tersebut.

(tia/ich)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads