Kepala Rusa Hingga Senapan Jadi Karya Seni Instalasi

Pameran Seni Rupa 'Swatata' (4)

Kepala Rusa Hingga Senapan Jadi Karya Seni Instalasi

- detikHot
Rabu, 07 Mei 2014 14:19 WIB
Kepala Rusa Hingga Senapan Jadi Karya Seni Instalasi
Dok.Astrid Septriana/ detikHOT
Jakarta -

Di dalam Galeri Ruang Rupa, ada flyer besar bertuliskan pengumuman tentang rusa yang hilang, lengkap dengan foto hitam putih dari rusa yang tengah berpose anggun. Di sampingnya, juga dilengkapi pigura-pigura berisi gambar rusa, Istana Bogor, bahkan dipasang sebilah senapan, sebuah sepatu boots dan banyak perlengkapan lain.

Jika pengunjung tak membaca keterangan karya, pastinya langsung menyimpulkan jika karya ini terkait dengan rusa dan perburuan. Apa yang dimaksud dengan karya seni ini? Semua benda tampak sederhana, dan barang-barang yang dipampang bukanlah sebuah karya seni yang diciptakannya.

Ya, rangkaian karya seni ini merupakan kreasi seniman asal Jatiwangi Art Factory (JAF) Ismal Muntaha. Ia menjelaskan maksud dari karya berjudul 'Pada Suatu Hari Ada Seekor Rusa yang Hilang di Tebet' ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melalui karyanya ia ingin melacak bagaimana perputaran informasi dalam masyarakat bisa tersebar luas, dan mengerucut dengan mengambil jalur penyebaran informasi non-digital.

Pertimbangan non-digital, karena bagi Ismal lebih mengakar pada budaya dan masih berlangsung hingga kini. "Saya tertarik untuk menelisik bagaimana praktek berbasis Swatata dan menyebarluaskan ide-ide mereka," ujarnya kepada detikHOT Selasa (6/5/2014).

"Bagaimana sih informasi itu bisa tersebar lewat desas-desus, bagaimana orang mengelola sendiri informasi dan menyebarluaskan dengan sendirinya," katanya.



Ketertarikan Ismal ini sebenernya mulai terbentuk dengan rasa penasaran untuk mengetahui bagaimana kondisi tetangga dari tempat berpamerannya, Ruang Rupa, di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

"Saat saya jalan-jalan di sekitar sini saya melihat di bagian bawah sana itu beda banget. Ada kampung kota di antara pemukiman gedong," ungkapnya.

Ismal yang berasal dari Jatiwangi, melihat kondisi sosial ini dengan kacamata yang berbeda yakni fenomena kampung kota dirasakan dekat dengan pembagian urban dan rural.

Di pemukiman kampung yang berada di Tebet, ia melihat ada pasar yang cukup tersembunyi, bernama Pasar Darurat. Di pasar tersebut persisnya di atas meja daging ia melihat patung kepala rusa. Ini sangat menarik perhatiannya.

"Dari situ saya tertarik membuat mitos tentang rusa, untuk disebarkan di kawasan tersebut," ujarnya.

Isu-isu yang acak dan di luar dugaan seringkali mencuat ke permukaan di dalam masyarakat, baik kampung maupun di kota. "Orang tuh senang drama, senang bumbu. Takut tapi penasaran. Orang bisa dengan sendirinya membuat mitos, jangan-jangan Sangkuriang juga begitu."

Perekaman jejak dari mitos yang sengaja ia tuang di sebuah perkampungan di Tebet itu yang ia pampang dalam rangkaian karyanya di pameran 'Swatata' ini.

(ass/tia)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads