Ingin Menginspirasi Banyak Orang, Seniman ini Melukis Dengan Bibir

- detikHot
Minggu, 04 Mei 2014 11:03 WIB
(dok.CNN/natalieirish)
Jakarta - Ada banyak cara yang digunakan orang untuk menghasilkan karya seni yang indah. Ada pula kadang-kadang cara itu tak lazim, meski hasil yang dihasilkan sangat memukau. Misalnya saja yang dilakukan oleh Natalie Irish. Pengidap diabetes ini melukis dengan menggunakan bibirnya, demikian diberitakan CNN, beberapa waktu lalu.

Dari situs resminya Irish mengatakan, "Saat aku duduk di bangku SMA aku belajar teknik membuat portrait dengan sidik jari," katanya. "Tahun 2001 saat aku sedang menggunakan make up untuk pesta dansa aku, aku menipiskan lipstick di bibiku dengan kertas tisu. Aku melihatnya dan berpikir ini tak ada bedanya dengan sidik jari.
Marilyn Monroe, jelas jadi kandidatku utuk kulukis."

Dalam perjalanannya kemudian, Irish menemukan banyak hal menggugah. "Aku merasa melukis dengan bibir adalah proyek yang sangat feminin. Beberapa obyek fotoku pernah menjalani hidup yang sangat tragis. Aku berharap dengan proses intim mencium saat melukis bisa menjelaskan hal-hal semacam ini."



Jika orang menganggap aneh pilihannya dalam seni, buat Irish itu bukan masalah. Dia sendiri mengaku sering dianggap aneh karena menggunakan pompa insulin kemana-mana. "Tak ada cara untuk mengecoh penyakit ini. Aku harus menghadapinya."

"Aku hidup seperti cyborg, manusia robot, dengan pompa insulinku," kata Irish. Irish adalah pengidap diabetes tipe 1. Tipe ini bisa dikata, bukan akibat gaya hidup yang salah. Tapi lebih karena penyakit otoimun yang berasal dari keturunan.
Tubuh Irish, secara otomatis membunuh sel di pankreas yang memproduksi insulin. Alhasil secara rutin Irish harus menginjeksikan insulin langsung ke tubuhnya dengan pompa itu selama 24 jam.



Irish yang didiagnosa mengidap diabetes sejak usia 18 tahun, mengatakan sering mendapat perlakukan tak menyenangkan karena banyak orang tak paham penyakit ini. "Orang berpikir karena diabetes saya hanya perlu menyuntikan insulin dan tidak makan makanan manis saja," kata Irish. Padahal kondisi kronik penyakitnya membuat Irish harus tergantung pada pompa insulin sepanjang waktu. "Jadi kupikir penyakit inilah yang harus jadi pertimbanganku selalu."

Memang ada saat ketika secara fisik Irish sangat lemah. "Tapi aku tak ingin membiarkan pankreas bodoh ini menghentikan aku dari apa yang ingin aku lakukan. Termasuk saat menghadapi kanvas."

Dari lukisan yang dibuat Irish, dia berhasil menggumpulkan dana untuk proyek penelitian diabetes. "Kepopuleranku sebagai seniman memberikan aku banyak kesempatan untuk berbicara lebih banyak soal yang menurutku sangat penting. Aku berharap banyak orang mendapat inspirasi dari pekerjaanku."



(utw/utw)