Di Ruang Kerja Ini, Hilbram Dunar Mengetik dan Terinspirasi Buat Karya

House of The Rising Sun Hilbram Dunar (5)

Di Ruang Kerja Ini, Hilbram Dunar Mengetik dan Terinspirasi Buat Karya

- detikHot
Jumat, 02 Mei 2014 13:20 WIB
Di Ruang Kerja Ini, Hilbram Dunar Mengetik dan Terinspirasi Buat Karya
(Syaifullah Asep/detikFOTO)
Jakarta -

Inspirasi dalam menciptakan karya bisa datang dari mana saja. Tak harus berada di suatu tempat yang sunyi, inspiratif dan jauh dari kebisingan kota saja. Namun bagi Hilbram Dunar, berada di dalam rumah justru mendatangkan banyak ide.

Hal ini dikatakannya kepada detikHOT di kediamannya Jumat pekan lalu (24/4/2014). Pada kumpulan cerita pendek (cerpen) 'Plastic Heaven' yang terbit Desember 2011 lalu, ia masih mencari inspirasi dari luar rumah.

"Baru di kumcer (kumpulan cerpen) yang kedua lebih memutuskan untuk masuk ke dalam nyari inspirasinya," ujar lulusan Fakultas Teknik, Universitas Trisakti ini.



Ruang inspirasinya terdapat di dalam kamar tamu lantai satu. Di sana, terdapat sebuah tempat tidur dan meja kerja yang menghadap ke taman asri. Ia juga masih menggunakan glass door sebagai pintu dan ruang masuknya sinar matahari.

Meski bukan sebuah ruang privat baginya, tapi di sini, Hilbram berhasil menyelesaikan kumcer keduanya berjudul 'Main Hati' yang terbit pada Februari 2013. Kini, proyek ketiganya yakni sebuah novel sedang berada di penerbit.



Ketika ia menulis, biasanya pada malam hari dan di waktu senggang akhir pekan. Biasanya, Hilbram akan menggunakan headphone sambil mendengarkan lagu lalu menulis. Saat itu, anak-anak terbiasa menganggunya dan minta diajarkan menyelesaikan tugas sekolah.

"But they're love inspire me to write," ujarnya tersenyum. Situasi yang membuatnya nyaman untuk menulis bukan cerita anak-anaknya sendiri namun adanya interaksi kehangatan antara ayah dan anak.

Biasanya, Hilbram mengetik memakan waktu tiga jam. "Batasnya kemampuan hati sih, kalau sudah enggak kuat ya sudah, ha..ha..ha..," katanya.

Fungsi kamar inspirasi ini sama seperti harapan Hilbram dan keluarganya terhadap rumah keduanya. Jika di rumah pertamanya, kata dia, lebih ke sebuah rumah fungsional, kini kediamannya menjadi inspirasional.

Karena ditunjukkan menjadi rumah inspirasi bagi para penghuni rumahnya. Ke depannya, Hilbram juga ingin membuat rumah monumental sebagai kenang-kenangan bagi keluarganya.

(tia/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads