Lukisan Widayat Dikagumi Kolektor Hingga Ahli Sejarah Seni Rupa Barat

Pionir Maestro Lukis Keempat, Widayat (6)

Lukisan Widayat Dikagumi Kolektor Hingga Ahli Sejarah Seni Rupa Barat

- detikHot
Rabu, 30 Apr 2014 13:09 WIB
Lukisan Widayat Dikagumi Kolektor Hingga Ahli Sejarah Seni Rupa Barat
(Tia Agnes Astuti/detikHOT)
Magelang - Pada 1994 Helena Spanjaard pertama kali bertemu dengan pelukis Widayat di museumnya. Helena masih ingat, saat itu ia sedang mengerjakan tesis mengenai seni rupa modern Indonesia.

"Saya jatuh cinta pertama kali dengan lukisan-lukisannya," ujar ahli sejarah seni rupa ini kepada detikHOT di Museum Widayat, akhir pekan lalu.

Tak tanggung-tanggung selama beberapa hari, Helena menginap di kamar tamu museumnya. Ia menyaksikan langsung bagaimana Widayat beraktivitas melukis setiap pagi dan mengikutinya ke beberapa pameran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia benar-benar real artist dan tidak frustasi karena tidak dapat imajinasi. Inspirasinya jalan terus tanpa henti," katanya.

Menurutnya, kualitas lukisannya didapatkan Widayat dari pengalaman berkiprah dalam dunia seni rupa selama 65 tahun ini. "Apa yang dia buat dalam tema flora fauna. Peran alam dan human being, jadi harmonisasi yang cantik."

Ia kembali bertemu dengan Widayat saat diminta hadir dalam peresmian galeri di museumnya. Kemudian, Widayat diajaknya ke Belanda untuk mengunjungi berbagai museum, galeri seni, termasuk studio pribadi Helena.

Di sana, Helena menceritakan Widayat sangat kagum dengan karya old master dari perupa Barat seperti Van Gogh, Rembrandt dan sebagainya. Setelah itu, ia mendengar Widayat wafat karena penyakit gula yang dideritanya sejak muda.

"Saya kembali ke sini, karena cinta dengan karyanya, dan menulis buku ini bersama dengan Pak Hong Djien. Saya ingin publik tahu kiprah Pak Widayat sebagai pelopor seni rupa modern Indonesia," katanya.

Gaya lukisan yang dikembangkan Widayat juga didapatkan dari kemampuan teknisnya. Teknik lapis bawah yang tebal memicu fantasinya. Lapisan bawah lukisannya hampir membentuk manusia, tanaman, hewan, topeng, patung, dan lain-lain.

Inspirasi tradisional Widayat, kata Helena, juga didapatkannya dari ragam seni tradisional seperti batik, wayang, patung primitif, dan topeng khas Indonesia. "Saya juga menyebutnya sebagai pelukis dekoratif murni, dan ada kekuatan magis dalam setiap karya lukisnya.'

(tia/utw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads