Oei Hong Djien Luncurkan Buku 'Pioneer Number Four: H.Widayat'

Oei Hong Djien Luncurkan Buku 'Pioneer Number Four: H.Widayat'

- detikHot
Selasa, 29 Apr 2014 10:12 WIB
Oei Hong Djien Luncurkan Buku Pioneer Number Four: H.Widayat
(Tia Agnes Astuti/detikHOT)
Magelang - Pendiri OHD Museum sekaligus kolektor seni rupa, Oei Hong Djien meluncurkan sebuah buku mengenai seniman Widayat. Ia menulisnya bersama ahli sejarah seni rupa kelahiran Belanda yang tesisnya membahas mengenai sejarah seni lukis modern Indonesia, Helena Spanjaard.

Dalam menggarap buku yang berjudul 'Pioneer Number Four: H.Widayat', Oei Hong Djien dan Helena Spanjaard menganggap sosok Widayat layak disejajarkan dengan maestro pelukis seperti Affandi, S.Sudjojono, dan Hendra Gunawan. "Ia sangat berpengaruh di dunia pendidikan seni rupa Indonesia," katanya saat di Museum Widayat, Magelang, akhir pekan lalu.

Oei sangat mencintai lukisan-lukisan dari Widayat, ia pun sudah mengoleksinya sejak Widayat masih hidup. Buku ini ditulis juga dalam rangka perayaan ulang tahun yang ke-75.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Buku yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation ini terdiri dari 224 halaman. Isinya terdiri dari penjelasan 133 lukisan cat minyak, arkrilik di atas kanvas atau board, karya di atas kertas, keramik, dan marmer. Serta obyek tiga dimensi yang dibuat dalam kurun waktu 45 tahun.



"Kami menyiapkan bukunya selama dua tahun," kata Oei. Sedangkan Helena yang pernah bertemu dengan Widayat saat penelitian untuk tesisnya tersebut mengatakan Widayat adalah seorang seniman yang berkualitas.

"Ia tidak belajar ke Barat tapi ke Timur. Lukisannya juga terpengaruh gaya Jepang," kata Helena. Ia pertama kali bertemu saat tahun 1999 dan kembali berjumpa saat Widayat mengunjungi galeri seni Helena di Belanda.

Sebelumnya, Oei sudah menulis buku berjudul 'Art and Collecting Art' yang merupakan kumpulan esai yang pernah ditulisnya selama ini. Serta buku berjudul 'Five Maestros of Modern Indonesian Art yang berisi tentang 5 maestro seni rupa Indonesia, yakni Affandi, S.Sudjojono, Hendra Gunawan, Soedibio, dan H.Widayat.

(tia/utw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads