Dalam menggarap buku yang berjudul 'Pioneer Number Four: H.Widayat', Oei Hong Djien dan Helena Spanjaard menganggap sosok Widayat layak disejajarkan dengan maestro pelukis seperti Affandi, S.Sudjojono, dan Hendra Gunawan. "Ia sangat berpengaruh di dunia pendidikan seni rupa Indonesia," katanya saat di Museum Widayat, Magelang, akhir pekan lalu.
Oei sangat mencintai lukisan-lukisan dari Widayat, ia pun sudah mengoleksinya sejak Widayat masih hidup. Buku ini ditulis juga dalam rangka perayaan ulang tahun yang ke-75.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami menyiapkan bukunya selama dua tahun," kata Oei. Sedangkan Helena yang pernah bertemu dengan Widayat saat penelitian untuk tesisnya tersebut mengatakan Widayat adalah seorang seniman yang berkualitas.
"Ia tidak belajar ke Barat tapi ke Timur. Lukisannya juga terpengaruh gaya Jepang," kata Helena. Ia pertama kali bertemu saat tahun 1999 dan kembali berjumpa saat Widayat mengunjungi galeri seni Helena di Belanda.
Sebelumnya, Oei sudah menulis buku berjudul 'Art and Collecting Art' yang merupakan kumpulan esai yang pernah ditulisnya selama ini. Serta buku berjudul 'Five Maestros of Modern Indonesian Art yang berisi tentang 5 maestro seni rupa Indonesia, yakni Affandi, S.Sudjojono, Hendra Gunawan, Soedibio, dan H.Widayat.
(tia/utw)











































