Candi Borobudur menjadi mahakarya budaya Indonesia yang tak ternilai harganya. Setiap tahunnya sebanyak 3,3 juta wisatawan domestik dan internasional mengunjunginya.
Hampir 1,5 juta di antaranya adalah mereka yang berasal dari luar Indonesia. Dengan daya tarik dari Candi Buddha yang didirikan pada 800-an Masehi ini, seharusnya menjadi pusat bagi seni rupa.
Dengan didasari hal ini, para penggagas Magelang Arts Event 2014 membuat sebuah perayaan bagi para pelaku seni, kolektor, art dealer, mahasiswa seni hingga pecinta seni untuk mengujungi berbagai macam galeri di Magelang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Deddy, terdapat penggagas lainnya. Mereka adalah Umar Chusaeni, Ridwan Muldjosudarmo, Deddy Irianto, Fajar Purnomo Sidi yaitu putra dari pelukis Widayat, dan kurator sekaligus pendiri OHD Museum yakni Oei Hong Djien.
Sebanyak 150 perupa dari 15 galeri seni yang ada di Magelang ikut berpartisipasi dalam penyelenggaran ini. Tak hanya lukisan, namun menurut Deddy, juga terdapat patung, instalasi, dan seni tari yang digelar.
Dengan begitu, ajang dua tahunan ini akan rutin dilaksanakan dan menjadi salah satu event akbar bagi kota Magelang. "Supaya menjadi magnet agar mereka tidak hanya ke Candi Borobudur saja."
Koordinator panitia MAE 2014 ini juga mengatakan jika pihaknya ingin menjadikan Magelang sebagai kota seni rupa. Pasalnya kota kecil ini pada 2000an tercatat sebagai kolektor dan art dealer terbanyak berada di sini. Karena itu, mereka mengusahakan agar gaung MAE 2014 kian terdengar hingga ke mancanegara.
(tia/utw)










































