Awal Toeti Heraty Koleksi Karya Seni, Lansung Memborong 53 Lukisan

Cerita Para Kolektor Karya Seni (5)

Awal Toeti Heraty Koleksi Karya Seni, Lansung Memborong 53 Lukisan

- detikHot
Rabu, 23 Apr 2014 12:30 WIB
Awal Toeti Heraty Koleksi Karya Seni, Lansung Memborong 53 Lukisan
'Drupadi' patung karya F.Widayanto milik Toety Heraty. (Tia Agnes Astuti/detikHOT)
Jakarta - Pengalaman pribadi mengoleksi benda seni Guru Besar Luar Biasa Filsafat Universitas Indonesia Prof. Toeti Heraty bisa dibilang kecelakaan. Awalnya, ia sama sekali tak berniat mengoleksi.

"Banyak lukisan dikasih teman tapi boleh nyicil karena saya pegawai negeri. Tapi ada juga yang karena menolong teman," katanya kepada detikHOT di Galeri Cemara 6 Jakarta Pusat, pekan lalu.

Seperti lukisan hitam putih karya Kartika Affandi yang dipamerkan di Jakarta tahun 1970-an silam. Saat itu, tak ada yang membeli lukisan Kartika, padahal namanya sudah terkenal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kartika menghampiri Toeti dan meminta ia membeli lukisan miliknya. "Katanya buat ongkos balik ke Yogya," ucapnya.

Setelah itu, hubungan Toeti dengan putri pertama dari Affandi, sang maestro tersebut berjalan baik hingga sekarang. Lukisannya pun banyak dikoleksi oleh Toeti di kediaman pribadinya.



Selain Kartika Affandi, 'kecelakaan' lainnya yang dialami Toeti adalah ketika menolong temannya, seorang pelukis bernama Salim. Karya Salim terkatung-katung usai pameran di Taman Ismail Marzuki dan tidak dapat dijual karena persyaratan dari Bea dan Cukai tidak terpenuhi.

Situasi itu yang langsung menggerakkan niatnya membeli 53 lukisan karya Salim. Kini, ia membuatkan khusus ruang pamer sesuai dengan nama kawannya tersebut.

"Dari situ, saya mantap buka galeri seni, atas anjuran juga dari Mochtar Apin," ujarnya. Maka pada 27 November 1993 ia membuka galeri seni dan tiga tahun kemudian membuka akses galeri dari dua jalan yakni Jalan Cemara 6 dan Jalan Cokroaminoto 9-11.

Setelahnya Toeti mengumpulkan sekitar 300 karya seni dari 60 perupa Indonesia. Dari karya Old Master juga dikoleksi. Di antaranya Basoeki Abdullah, Affandi, S.Sudjojono, Yanuar Ernawati, Bagong Kusudiardjo, Hendra Gunawan, Teguh Ostentrik, Entang Wiharso, dan lain-lain.

Bahkan ia menyimpan lukisan abstrak terakhir milik Basoeki Abdullah sebelum sang pelukis dibunuh. Judulnya 'Tumpah Darahku.' Serta potret ibunda Toety yang dilukis Basoeki. Ada pula lukisan karya S.Sudjojono yang menggambarkan Toeti bersama kedua anak-anaknya.



Tak hanya itu saja, Toeti juga menyimpan koleksi patung dari perupa F.Widayanto. Di sudut rumahnya, patung 'Drupadi' berdiri denga anggunnya. Susunan lukisan juga memajang di seluruh dinding kediaman dan museum pribadinya tersebut yang baru diresmikan Rabu pekan lalu.

(tia/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads