Pernah Tertipu, Syakieb Sungkar Taruh Lukisan Palsu di Gudang

Cerita Para Kolektor Karya Seni (3)

Pernah Tertipu, Syakieb Sungkar Taruh Lukisan Palsu di Gudang

- detikHot
Rabu, 23 Apr 2014 10:42 WIB
Pernah Tertipu, Syakieb Sungkar Taruh Lukisan Palsu di Gudang
Syakieb Sungkar saat menjadi pembicara. (dok.Salihara)
Jakarta - Lukisan palsu menjadi pokok persoalan utama dalam pasar seni rupa di Indonesia. Di negara ini tidak ada lembaga khusus yang mampu menentukan lukisan ini asli atau palsu, atau analis lukisan yang bisa mendeteksinya.

Pengalaman buruk mengenai lukisan palsu juga pernah dialami oleh kolektor karya seni rupa, Syakieb Sungkar. Ia menceritakan kejadian ini terjadi kepadanya beberapa kali.

Salah satunya adalah ketika ia melihat lukisan abstrak karya pelukis Nashar. "Saya datang ke sebuah rumah, ternyata ada abstraknya Nashar. Saya bilang wah ini lukisan bagus dan langsung saya beli," katanya kepada detikHOT di Serambi Salihara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat itu, Syakieb tidak mengetahui jika lukisan tersebut palsu. Namun lama kelamaan ketika ia memperhatikannya, lukisannya terlihat tidak asli.

"Ya sudah, pas tahu itu palsu. Saya mau balikin ke tempat awal beli. Tapi enggak bisa, ya sudah," jelasnya.

Lantas Syakieb tidak ingin memajangnya di dalam sudut bagian rumahnya. Ia justru menaruhnya di dalam gudang. Hal ini merupakan sikap yang pantas dilakukannya.

"Tahu palsu, taruh gudang. Jangan malah diumbar ke orang-orang terus dibuatkan museum. Saya lebih baik taruh ke gedung," kata mantan Direktur Sales Marketing PT Axis Telekom Indonesia ini.

Kejadian pembelian lukisan palsu ini juga pernah terjadi kepadanya. Hal itu biasanya karena pembeli yang kurang pengetahuannya.

Menurutnya, pemalsu itu ibarat tukang. Mereka membuat karena disuruh dan yang untung besar adalah bandar penjualnya. Sayangnya hukum di Indonesia belum kuat untuk menghukum pemalsuan lukisan.





(tia/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads