Pelukisnya adalah Lukas Hollingworth atau yang dikenal dengan panggilan Syd. Ia sengaja membuatnya di rumah yang sudah ditutup sejak 2008 ini.
"Setiap seniman grafiti butuh tempat untuk berlatih dan kebetulan saya melakukannya di rumah jompo," ujarnya seperti dilansir dari BBC, Selasa (22/4/2014).
Syd mulai menciptakan grafiti hewan tersebut minggu lalu dan tidak berhenti hingga empat hari berikutnya. Ia dibantu dengan perlengkapan tangga setinggi 6 meter dan cat dengan harga total Rp 3 juta.
"Gambar gajah jantan adalah yang terbesar yang pernah saya buat. Tingginya mencapai 18 kaki dan panjangnya sampai sepanjang sisi bangunan," ucap Syd.
Rencananya, bekas rumah panti jompo ini akan dihancurkan pada pertengahan tahun. Namun Syd memiliki rencana lainnya dengan tanah seluas tiga hektar ini. "Saya memang tidak mempunyai hak atas lahan ini. Tapi saya berencana akan menggunakannya sementara selama beberapa bulan," katanya.
Nantinya, ketika bangunan segera dirobohkan, Syd akan segera melepaskan binatang-binatang tersebut dari kebun binatang yang mengekangnya. Serta membiarkan mereka dengan bebas berkeliaran di kawasan Malmesbury. Dalam arti kata Syd bisa jadi akan berkarya di dinding-dinding manapun yang ditemukannya di kota tersebut.
(tia/utw)











































