Inilah yang terjadi pada sebuah kano di Minnesota, Amerika Serikat. Selama 46 tahun, kano yang ternyata bernilai sejarah tinggi itu hanya digunakan sebagai hiasan interior Western Hennepin County Pioneer Association Museum.
Museum mini ini dijalankan oleh sekelompok orang yang gemar sejarah. Museum itu sendiri hanya buka pada hari Sabtu atau dengan perjanjian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sangat mengejutkan," kata Russ Ferrin, pimpinan museum tersebut kepada Reuters (11/4/2014) lalu. "Sejak ditemukan kano ini cuma jadi semacam hiasan belakang layar saja. Tak banyak gunanya."
Kano itu ditemukan pada tahun 1934 terpendam dalam lumpur di Danau Minnetonka, di kita Minneapolis. Penemunya adalah sebuah keluarga yang hendak membuat sebuah dermaga di tepi danau itu.
Kano ini sempat berpindah tempat beberapa kali hingga pengurus museum mendapatkannya dan memasangnya sebagai hiasan dinding. Museum mini itu sendiri tadinya adalah sekolah tua yang diubah jadi museum, kata Ferrin. Museum itu mendapatkan kano itu pada tahun 1960 dan kemudian menempatkannya di dalam museum mulai 1968, kata Ferrin.
Tak lagi sekadar menjadi hiasan di latar belakang, kano itu kini diletakkan di tempat tempat utama di museum Minnesota. "Kami berharap bisa menyimpan kano ini selama kami bisa melindunginya," kata Ferrin.
Merriman mengatakan dia sebelumnya sudah pernah melihat gambar kano itu tapi tidak tahu bahwa kano ini masih ada hingga dia mengunjungi museum itu.
"Kami memang mencari kano ini, dan ternyata ini dia ada di tempat ini," kata Ann Merriman, arkeologis nautikal dari lembaga Maritime Heritage Minnesota. Para ahli arkeologi memperkirakan kano itu dibuat pada tahun 1025 dan 1165.
Berbeda dengan perahu kano dibuat dengan menebang sebuah pohon besar. Lalu bagian dalam pohon dibakar, lantas dibuat dengan memahat bagian dalam yang sudah terbakar itu.
(utw/utw)











































