Menurut Iwet Ramadhan, pemerhati batik yang juga pembawa acara, Parang Rusak tergolong populer dan mudah ditemukan di banyak tempat. Meski mudah dicari, tak berarti batik ini tak punya nilai filosofis. Justru sangat dalam maknanya
"Motif batik ini menyimbolkan kepemimpinan," kata Iwet pemilik lini bisnis fashion bernama Tik Prive ini dalam acara bertajuk 'Cerita Kain Nusantar' di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selesai dengan Parang Barong, Iwet membahas sebuah batik dengan detail ulir yang kecil dan berjajar rapi membentuk sebuah garis. Ini adalah batik bermotif Udan Liris.
"Ini sama seperti namanya, menyimbolkan air hujan yang turun dan ini merupakan sumber rejeki," jelasnya. Jadi kalau menggunakan kain ini, banyak yang menganggap ini akan membawa rejeki.
Iwet melanjutkan kisahnya, dengan sedikit mengambil kutipan dari seorang perancang busana ternama di Indonesia yang banyak berkreasi dengan motif batik. "Ia menjelaskan bahwa motif batik itu adalah titipan sukma dan doa pengerajinnya bagi pemakainya. Jadi ada makna dibalik tiap motif batik yang dibuat."
(ass/utw)











































