Dewa Budjana Pernah Dibuatkan Lirik Lagu Oleh Putu Wijaya

70 Tahun Putu Wijaya (6)

Dewa Budjana Pernah Dibuatkan Lirik Lagu Oleh Putu Wijaya

- detikHot
Senin, 07 Apr 2014 12:13 WIB
Dewa Budjana Pernah Dibuatkan Lirik Lagu Oleh Putu Wijaya
Saat mementaskan lirik lagu karya Putu Wijaya. (Tia Agnes Astuti/detikHOT)
Jakarta - "Karma manusia tak akan hilang. Meninggalkan raga walau bayang terhapus musnah pupus. Di telan masa. Karma manusia tetap tersirat," lirik lagu tersebut dinyanyikan oleh Sruti Respati di pembukaan pameran lukisan Putu Wijaya Kamis pekan lalu (3/4/2014).

Diiringi oleh petikan gitar yang dibawakan Dewa Budjana dan saluang dari Bang Sahat. Di atas panggung Dewa Budjana menyatakan kekagumannya terhadap Putu Wijaya.

"Ia seseorang yang tak pernah berhenti berkarya," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anggota band GIGI ini tak hanya baru mengenal Putu Wijaya di perayaan 70 tahunnya saja, namun sejak kiprahnya bermusik di album solo, Budjana sudah menggemari karya-karya sastranya.
Ia mengatakan ingin sekali dibuatkan puisi untuk lirik lagunya.
 
"Tapi tentu saja Pak Putu tidak kenal saya. Ha..ha..ha," ujarnya kepada detikHOT di sela-sela pameran. Justru karena itu ia memberanikan diri untuk segera mengirimkan short message service (sms).



Isinya yang menyatakan ia ingin dibuatkan puisi. Tak disangka, gayung pun bersambut. Putu segera menjawab sms dari Budjana. "Itu enggak ada 10 menit langsung dibales. Pak Putu bilang oke, segera dikirimkan materinya," kenangnya.

Lantas tak ada hitungan hari, puisi berjudul 'Karma' itu pun jadi. Budjana segera mengubahnya menjadi lirik lagu. Puisi itu pun masuk dalam album solonya dan dinyanyikan oleh Trie Utami.

"Saya berterima kasih banget sama Pak Putu. Dari situ saya mengikuti perjalanan hidupnya. Dan di usia 70 tahun ini ia malah menjadi pelukis," kata Budjana.

Menurutnya, karakter sastrawan yang tak pernah berhenti berkarya meski terbatas kemampuan fisiknya, Putu Wijaya adalah panutan. "Ia menjadi seorang tokoh yang patut dihargai kerja kerasnya dalam memajukan dunia teater dan seni rupa Indonesia."




(tia/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads