Namun seniman visual effect yang juga freelancer, Isha Hening mengatakan satu proyek video mapping sebetulnya seperti sebuah produksi film. "Ada banyak pihak yang terlibat di sana," katanya kepada detikHOT di Kemang Village.
Meski tidak menyebutkan angka spesifik tapi ia mengatakan projectnya sendiri bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta. "Saya sendiri posisinya lebih sering sebagai penyedia content."
Bahkan wanita lulusan Desain Komunikasi Visual-Multimedia ITB angkatan 2004 ini juga mengaku pendapatannya untuk satu project bisa mencapai puluhan juta. "Iya, segitu," ujarnya singkat.

Namun jika bekerja dengan satu tim yang sudah ada pembagian pekerjaannya, harga itu akan dibagi sesuai porsinya. Nominal ini juga bergantung terhadap kesulitan pengerjaan karya dan hasil negoisasi dengan klien.
Sayangnya, di Indonesia masih minim seniman yang mengkhususkan membuat video mapping. Padahal jika dilihat dari sisi finansial, bidang ini sebetulnya menguntungkan.

Hal yang sama juga dikatakan oleh seniman visual jockey (VJ) Raphael Donny. "Jangankan puluhan juta, ratusan juta untuk sekali proyek mapping pun bisa terjadi," katanya kepada detikHOT Selasa (25/3/2014).
Biasanya, semakin panjang durasi dan semakin sulit media yang dimapping otomatis semakin mahal harga proyeknya. "Iya memang tergantung dari skala bidang proyeksi dan tingkat rumitnya konten," ujar Adi Panuntun.
(tia/utw)











































