Dunia Seni Kuliner (7-Habis)

Berani Mencoba, Itu Kunci Rasakan Sensasi Kuliner Ajaib!

- detikHot
Senin, 24 Mar 2014 16:36 WIB
Demonstrasi memasak kuliner unik di ARTE Indonesia 2014 (Dok.Astrid/ detikHOT)
Jakarta - Bagi Ronald Prasanto, memasak dengan teknik molecular gastronomy adalah aktivitas seni. Di dalamnya terdapat elemen-elemen yang menjadikannya karya seni.

"Saya anggap kuliner itu sebagai seni, karena kita enggak ada pola yang pasti. Tergantung kreatifitasnya saja mau membuat seperti apa," ujarnya kepada detikHOT di Jakarta Convention Centre, Sabtu (15/5/2014).

Pada ajang Arte Indonesia Arts Festival, Ron bersama dua koki lainnya yakni Odie Djamil dan Andrian Ishak, mempresentasikan karya seni kulinernya. Ron memperkenalkan produk gelato yang dibuat dengan nitrogen.

Hasilnya adalah rasa ajaib seperti bawang putih dan rendang. "Misalnya, dulu trennya es krim rasa strawberry atau vanila dan cokelat, sekarang jadi boleh-boleh saja kalau kita mau membuat es krim rasa rendang."

Ron menjelaskan eksplorasi rasa ini, ia dapatkan dengan banyak eksperimen. "Karena kuliner juga bagian dari seni di mana saya bisa bereksperimen dan berekspresi. Kalau tidak bisa berkreasi dalam kuliner, saya tidak akan ada di dunia kuliner," jelasnya.

Menurutnya, kesamaan profesi ini dengan seniman adalah kebanggaan dari apresiasi yang diterimanya. Bukan nominal yang ia terima dari bisnis ini. "Sama seperti seniman yang lain, kebanggaan kita bukan ketika menerima uang, tapi saat hasil karya kita dihargai orang."



Kini, seni kuliner di Indonesia sudah makin berkembang. Pasalnya karena banyak masyarakat yang sudah berani mencoba sesuatu yang baru. "Orang-orang sudah mulai bisa menerima seni kuliner, karena mereka sekarang sudah mulai enggak ragu untuk mencoba."

Ia pun mengajak kita untuk tidak takut dalam memperkaya referensi rasa, berani mencoba dan merasakan pengalaman yang benar-benar baru. "Jangan takut untuk coba sesuatu yang baru, coba dulu kalau enggak suka ya enggak apa-apa. Dengan begitu ini akan jadi sebuah pengalaman dan sensasi yang baru," ungkapnya.

Pria kelahiran tahun 1981 ini pun menceritakan kegirangannya diundang dalam sebuah acara seni, Arte. Karena menurutnya, jarang sekali ada yang memasukan kuliner sebagai seni.

"Kita saat diundang seperti punya kebanggaan, seperti hore akhirnya kuliner dimasukan ke dalam seni. Arte ini sangat menarik sekali, acara yang sangat bagus sekali."

Dalam mengolah makanan dengan teknik molecular gastronomy ini, ia juga harus melakukan penelitian. "Dengan peralatan yang lebih baik kamu bisa mendeteksi dengan lebih baik juga, saya mengejar partikel terkecil dalam gelato agar teksturnya bisa sangat lembut."



(ass/tia)