Hobi Tiduran di Sofa, IDP Hanya Pilih Yang Empuk dan Tak Kebesaran

Rumah Klasik Minimalis Indah Dewi Pertiwi (4)

Hobi Tiduran di Sofa, IDP Hanya Pilih Yang Empuk dan Tak Kebesaran

- detikHot
Jumat, 21 Mar 2014 11:17 WIB
Hobi Tiduran di Sofa, IDP Hanya Pilih Yang Empuk dan Tak Kebesaran
(Astrid Septriana /detikHOT)
Jakarta - Di kediamannya, yang terletak di perumahan Mutiara Sentul IDP banyak menggunakan kombinasi warna emas agar tercipta kesan klasik. Ini dipadukan dengan warna dasar coklat dan hitam agar ruangannya tak terkesan berat. "Warna-warna seperti ini memang aku suka," ujarnya kepada detikHOT (13/3/2014).

Di ruang tamu dan ruang keluarga IDP, ia memilih sofa dengan balutan bahan suede yang lembut dan warna coklat muda. IDP pun menjelaskan pertimbangan apa saya yang ia pikirkan ketika membeli perabot rumahnya.

"Kalau belanja perabotan rumah, pertimbangannya itu pertama warnanya, akan serasi atau enggak dengan interior di rumah. Lalu ukurannya, karena kalau kebesaran juga kan akan jadi aneh, jadi perhatiin banget ukurannya."

Khusus untuk sofa, ia memiliki pertimbangan sendiri. Menurutnya sofa harus empuk dan nyaman diduduki. Karena IDP mengaku, ia adalah tipe orang yang suka tidur-tiduran di sofa ketika tengah bersantai di rumahnya.



"Kalau untuk sofa, tentunya aku perhatikan nyaman atau enggaknya, karena kalau keras juga enggak enak banget dipakai buat santai. Lagipula aku tipe orang, yang kalau di rumah lagi enggak ada tamu, suka tidur-tiduran di sofa jadi sofa harus yang cozy," ungkapnya.

Untuk mempecantik ruangan di rumahnya, IDP juga memilih untuk gunakan karpet. Karpet-karpet di rumah IDP berwarna senada dengan keseluruhan interior rumahnya, silver kehitaman menjadi pilihannya.

"Aku memang suka banget pakai karpet. Karena kalau lagi kumpul jadi bisa pada lesehan juga dan kalau diinjak lebih enak dan hangat. Kalau langsung lantai lebih dingin kan," ujarnya.

Model karpet yang ia gunakan juga yang jenis berbulu. IDP bilang, ia memilih ini karena memang jenis karpet ini sedang tren.

Tapi ada juga jenis karpet berbulu nan empuk yang kualitasnya kurang baik. IDP tak mau pilih yang seperti ini. "Aku enggak mau yang bulunya gampang lepas dan aku takutnya jadi nempel-nempel juga di baju."

Menurut IDP memang beberapa elemen di rumahnya yang mencerminkan gaya klasik ini, bisa membuat ruangannya tampak lebih sempit.

Ia bercerita bahwa awalnya sang interior desainer yang ia percaya untuk mempercantik interior rumahnya itu menyarankan agar warna rumahnya dibuat serba putih agar terkesan luas.

"Kalau warna dan motif seperti ini memang lebih sempit, tapi kesannya juga lebih hangat. Aku siasatinya dengan kaca." Akhirnya pada ruang keluarganya, dimana ada TV dan perlengkapan home theatre bertengger, ia menggunakan kaca yang memenuhi sebuah bidang temboknya.

"Ini desain interior aku yang kasih ide. Karena ruangannya jadi tampak lebih besar kalau ada kaca, dan pastinya juga jadi gampang kalau mau mengaca, he-he-he," jelasnya.



Di apartemennya yang ada di Jakarta, IDP juga menggunakan model panel kaca seperti ini. "Tapi ada catatan banget ya, kalau pakai jasa interior desainer harus ada mandor yang dari kita supaya ada yang mengecek materialnya.

Karena menurut IDP, kaca di ruang keluarganya sudah harus diganti, karena sudah mulai muncul bercak hitam dari bagian dalam kacanya.

"Ini pasti ada yang bocor dari dalam, jadi mau dibenerin lagi karena lama-kelamaan muncul warna hitam dari dalam kaca," jelasnya.

(ass/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads