Buat Cosplay, Dari Dimarahi Orang Tua Sampai Salah Bahan Berkali-Kali

Di Balik Dunia Cosplay (4)

Buat Cosplay, Dari Dimarahi Orang Tua Sampai Salah Bahan Berkali-Kali

- detikHot
Senin, 17 Mar 2014 11:57 WIB
Buat Cosplay, Dari Dimarahi Orang Tua Sampai Salah Bahan Berkali-Kali
(dok. pribadi)
Jakarta - Berada dalam dunia cosplay tak melulu berkutat dengan fantasi laiknya di kartun, komik Jepang, maupun bermain video game saja. Namun melakoni hobi ini pun memiliki risiko yang sama besarnya dengan hobi lainnya.

Salah satunya adalah larangan dari orang tua. "Keluarga saya sendiri tidak pernah mendukung hobi saya ini," kata Pinky Lu Xun di Balai Kartini, Sabtu lalu (15/3/2014).

Namun, mereka juga tidak menentang kegiatan saya meski tidak mendukung sepenuhnya. Wanita yang lahir di Yogyakarta ini juga mengatakan jika ia berada di posisi kedua orang tua mungkin akan melakukan hal yang sama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau saya jadi orang tua, saya juga akan melarang hal yang sama. Alasannya lebih ke masalah uang, mau buat kostum tapi pakai uang orang tua kan akan bermasalah," ujar Pinky.

Padahal dalam membuat kostum sendiri membutuhkan biaya sekitar Rp 1 hingga Rp 2 juta. Namun, seni cosplay ini disadari Pinky membutuhkan pengorbanan. Rasa capai akan hilang ketika kostum-kostum karyanya selesai.

Demi menekuni hobi cosplaynya ini, Pinky juga mengatakan jika ia harus mengorbankan waktu luangnya. Pasalnya, ia selalu mengerjakan kostumnya setelah waktu kerja, di akhir pekan, dan waktu libur lainnya.

Akibatnya, jarang bertemu dengan keluarga dan kongkow dengan kawan-kawan. "Bisa dikatakan hidup saya hanya untuk bekerja dan membuat kostum untuk kepuasan seni saya."

Sedangkan cosplayer asal Jakarta, Ricky Hiraga Yuuji mengatakan kesulitan terbesarnya terletak pada bahan kain membuat kostum.

"Saya pernah salah bahan sampai enam kali. Saya coba kain kok enggak bisa, coba yang ini ketebalan, akhirnya untuk buat armor yang kayak bentuk robot dengan bahan sol sepatu," katanya kepada detikHOT di Galeri Nasional.

Tak jarang, ia pun harus mengeluarkan dana dari kocek sendiri. Meski harganya melangit, namun terdapat kepuasan tersendiri jika berhasil mengerjakannya sesuai dengan rencana.

(tia/utw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads