Salah satunya adalah larangan dari orang tua. "Keluarga saya sendiri tidak pernah mendukung hobi saya ini," kata Pinky Lu Xun di Balai Kartini, Sabtu lalu (15/3/2014).
Namun, mereka juga tidak menentang kegiatan saya meski tidak mendukung sepenuhnya. Wanita yang lahir di Yogyakarta ini juga mengatakan jika ia berada di posisi kedua orang tua mungkin akan melakukan hal yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal dalam membuat kostum sendiri membutuhkan biaya sekitar Rp 1 hingga Rp 2 juta. Namun, seni cosplay ini disadari Pinky membutuhkan pengorbanan. Rasa capai akan hilang ketika kostum-kostum karyanya selesai.
Demi menekuni hobi cosplaynya ini, Pinky juga mengatakan jika ia harus mengorbankan waktu luangnya. Pasalnya, ia selalu mengerjakan kostumnya setelah waktu kerja, di akhir pekan, dan waktu libur lainnya.
Akibatnya, jarang bertemu dengan keluarga dan kongkow dengan kawan-kawan. "Bisa dikatakan hidup saya hanya untuk bekerja dan membuat kostum untuk kepuasan seni saya."
Sedangkan cosplayer asal Jakarta, Ricky Hiraga Yuuji mengatakan kesulitan terbesarnya terletak pada bahan kain membuat kostum.
"Saya pernah salah bahan sampai enam kali. Saya coba kain kok enggak bisa, coba yang ini ketebalan, akhirnya untuk buat armor yang kayak bentuk robot dengan bahan sol sepatu," katanya kepada detikHOT di Galeri Nasional.
Tak jarang, ia pun harus mengeluarkan dana dari kocek sendiri. Meski harganya melangit, namun terdapat kepuasan tersendiri jika berhasil mengerjakannya sesuai dengan rencana.
(tia/utw)










































