Pinky Lu Xun, Buat Kostum Karakter Jepang Sendiri Sejak Usia 14 Tahun

Di Balik Dunia Cosplay (1)

Pinky Lu Xun, Buat Kostum Karakter Jepang Sendiri Sejak Usia 14 Tahun

- detikHot
Senin, 17 Mar 2014 09:52 WIB
Pinky Lu Xun, Buat Kostum Karakter Jepang Sendiri Sejak Usia 14 Tahun
(dok. pribadi)
Jakarta - Para pecinta komik Jepang, animasi, permainan video, kartun, penyanyi, dan musisi idola, biasanya juga menyukai kostum para pemain maupun karakter yang disukainya. Bahkan ada yang sampai memakainya dalam dunia sehari-hari.

Seperti yang terjadi di distrik Harajuku, Tokyo. Lalu bagaimana di Jakarta sendiri? Kali ini, bertepatan dengan pameran 'Japan: Kingdom of Characters' selama sepekan lalu yang diselenggarakan oleh Japan Foundation di Galeri Nasional.

Pameran ini juga diikuti dengan 'Toys Fair and Comics' di Balai Kartini kemarin, detikHOT mewawancarai generasi pertama yang membawa pengaruh dalam cosplay Indonesia, para pecinta cosplay hingga sejarah terbentuknya cosplay di Jepang sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

***

Namanya Pinky Lu Xun. Ia dikenal sebagai wanita generasi pertama yang menyukai dunia cosplay sebelum adanya event Ragnarok Indonesia Championship 2004 silam.

Di acara ini, untuk pertama kalinya para pecinta cosplay datang berkumpul. "Saya sudah mulai suka cosplay lebih tepatnya 1998 dan saat itu belum ketemu orang yang juga punya hobi yang sama," katanya kepada detikHOT di Balai Kartini, Sabtu akhir pekan lalu (15/3/2014).



Hobi ini berawal dari kesukaannya bermain video games Jepang dan membaca manga sejak masih di sekolah dasar. "Saya games mania lho," katanya.

Wanita yang tak ingin diketahui nama aslinya ini mengatakan jika kostum pertamanya adalah tokoh Athena Asamiya dari game Playstation King of Fighter 1998. "Saat itu saya belum mampu membuat kostum sendiri jadi saya meminta bantuan penjahit disekitar lingkungan saya di masa itu," ujar Pinky. '

Kostumnya sangat sederhana tapi mampu menghabiskan waktu lima bulan lamanya. Pinky kecewa. Sejak saat itu ia selalu membuat kostum sendiri tanpa bantuan dari penjahit. "Hasilnya enggak sesuai dengan keinginan kita. Akhirnya, saya otodidak belajar cara membuatnya."



Biasanya, kata Pinky, untuk membuat kostum dengan tangannya sendiri ia membutuhkan waktu paling lama tiga hari untuk menyelesaikannya. Namun, jika tergolong rumit bisa memakan waktu tiga hingga lima bulan.

Meski ia sudah belasan tahun berkecimpung dalam dunia cosplay dan identik memakai karakter perempuan yang feminin dan seksi, Pinky mengatakan jika dunia cosplay hanyalah dunia panggung. "Itu hanya dunia ilusi. Jangan disamakan yang di dunia nyata dan yang ilusi semata. Saya selalu tekankan ini kepada teman-teman cosplayer," katanya.

(tia/utw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads