Ia memajang beberapa seri karyanya dengan judul proyek "I Meant to Say, Please Pass the Sugarβ¦," yang dipampang di The Telegraph Hill Gallery, San Francisco hingga 28 Maret 2014 nanti.
Namun tampaknya Anda harus lebih detail dalam melihat karyanya. Karena dari situ Anda bisa menyadari bahwa potongan kertas berbentuk kupu-kupu yang mendominasi karyanya ini mengandung gambar bagian tubuh manusia.
Bagian tubuh yang intim dan mengandung ketelanjangan ini dijadikan kolase dalam bentuk kupu-kupu. Unsur pornografi di dalam karyanya itu merupakan langkah pertama untuk memahami karyanya.
Lebih dari sekedar investigasi seru soal kejutan dan sensualitas, seri karyanya adalah sebuah meditasi dari sebuah kehilangan. "Aku mulai bekerja dengan materi ini setelah seorang temanku, Joe, wafat," ujarnya dilansir dari Huffinton Post (14/2/2014).
"Ia memberikanku sekotak majalah lama tentang pria telanjang. Setelah ia wafat, aku membuat sesuatu dari sini untuk merayakan kehidupannya dan kehidupanku sebagai seorang gay di sebuah masyarakat."
Ia juga menolak anggapan awam yang melihat karyanya sebagai sebuah pornografi, menurutnya pornografi sesungguhnya dalam masayarakat adalah kelicikan politik, homophobia dan kekerasan.
"Pornografi itu bicara sesuatu yang pantas atau tidak kan? Tiga hal tadi lebih tidak pantas," jelasnya.
(ass/utw)











































