Dari Latar Photo Booth Sederhana Hingga Ada Koleksi Motor

Seni Photo Booth di Resepsi Pernikahan (5)

Dari Latar Photo Booth Sederhana Hingga Ada Koleksi Motor

- detikHot
Senin, 03 Mar 2014 12:47 WIB
Dok.Boothlicious
Jakarta -

Seni mendekorasi photo booth seringkali terbilang unik. Tak hanya bermodal backdrop atau latar belakang foto yang biasa, namun banyak klien menginginkan tema khusus yang mencerminkan dirinya.

Misalnya, ada yang memilih tema dari The Beatles, mengambil tema tradisional, modern, bahkan melampirkan standing banner seukuran tubuh manusia dengan gambar mempelainya.

Seperti Dhea Badiaturrummi saat menikah Maret tahun lalu, ia memilih kapas yang berbentuk excavator untuk diletakkan di photo booth-nya. "Ini untuk menyesuaikan dengan bisnis yang dijalani suami, soalnya saat akad nikah juga mas kawinnya dibentuk excavator, jadi supaya senada," jelasnya kepada detikHOT Minggu lalu (2/03/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, ada juga yang memilih koleksi motor sebagai barang properti photo booth. Pemilihan properti ini bisa ditentukan siapa yang akan mengerjakannya baik pihak dekorasi gedung maupun penyedia jasa. Misalnya, pihak Boothlicious menyediakan latar green screen untuk photo booth.

"Kita juga sediakan layanan background dengan green screen. Jadi yang terlihat hanya layar hijau biasa, nanti dihasil fotonya bisa seolah-olah ada Transformer atau kartun apa. Ini biasanya untuk ulang tahun anak," kata Surya Karimasa, pemilik Boothlicious.

Menurutnya, biasanya tema ini paling sering jadi pilihan untuk ulang tahun anak. Pasalnya memang tamu di acara ulang tahun akan jauh lebih sedikit dari acara resepsi nikah.

Selain bisa juga menghemat banyak biaya dibandingkan dekorasi sungguhan. "Jadi mereka nggak perlu repot-repot membuat propertinya, karena toh paling hanya dipakai satu sampai dua jam saja. Biayanya jadi lebih murah dibanding dekorasi khusus."

Serta yang terpenting bila ingin membuat sebuah photo booth sempurna di acara resepsi adalah menyampaikan konsep klien dari jauh-jauh hari.

"Paling bagus sebenarnya kalau acara nikah sudah hubungi Voir dari tiga bulan sebelumnya, supaya kita bisa maksimalkan semua yang diinginkan klien," kata Marketing Voir Instant Photo, Carla Karina.

Namun, jika dihubungi sebulan sebelumnya lebih baik konsepnya sederhana. Hal yang sama juga dikatakan pemilik Boothlicious, Surya.

"Paling maksimal setidaknya kita sudah dihubungi satu bulan sebelumnya. Lalu kita akan bahas soal desain frame, bagaimana keinginan kliennya."

Tapi bila masih bingung dengan konsep yang akan disajikan, biasanya para penyedia jasa ini akan menawarkan beragam referensi.

"Kita adakan briefing dulu, sambil berikan beberapa contoh referensi, baru nantinya kita akan buatkan sendiri dengan desain kita," jelas Lendy Bambang Putra, Pemilik Voir Instant Photo Corner.

(ass/tia)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads